Gubernur Zul : Kereta Gantung Tetap Dibangun Bukan di Kawasan Konservasi
Foto: Gubernur NTB Zulkieflimansyah (kanan), kereta Gantung (kiri). (KanalNTB.com)

Mataram, KanalNTB.com – Pro kontra rencana pembuatan kereta gantung yang beberapa hari ini ramai diperbincangkan ditanggapi Gubernur NTB Zulkieflimansyah. Menurutnya kereta gantung akan dibuat di bukan kawasan konservasi seperti yang dikhawatirkan sebagian besar masyarakat.

“Pembangunannya bukan di area konservasi kalau area konservasi semua sepakat kita atas nama investasi apa pun tidak boleh melanggar aturan,”tegasnya.

Segala sesuatu seperti kereta gantung itu ada impact negatifnya tapi enggak boleh negatif itu kemudian kehilangan kejernihan untuk melihat gambaran besar.

“Proses masalah kereta gantung ini udah lima tahun di pemda Lombok Tengah saya ingin ketika itu sampai tingkat provinsi kita cepat, karena analisa studi semuanya sudah bagus,” ungkapnya, Minggu (26/01) di Mataram.

Tentu juga harus bisa memahami cara pandang dari teman teman yang concern pada persoalan lingkungan.

“Bisa sinergi semuanya, investasi ini pintar melihat pasar saja kalau ratusan ribu orang datang ke Lombok Tengah untuk menyaksikan motor GP kan nggak selamanya hari harinya dipenuhi dengan ingin motor juga dia ingin lihat aktivitas yang lainnya. Misal kereta gantung jadi menemukan pasarnya,” ungkapnya.

Kalau misalnya dianggap adanya kereta gantung akan membuat orang tidak lagi mendaki menurutnya jangan mengganggu tracking mendakinya. Porter tetap bekerja seperti biasa tapi dicari cara lain semua supaya bisa bersinergi.

“Jadi jangan kelihatan seakan akan kita nolak satu kereta gantung karena alasan alasan tertentu kita punya masyarakat yang lain bisa kasih feedback yang lain juga mudah mudahan dengan adanya masukan-masukan begini kita lebih bijaksana supaya hati hati sehingga pada saatnya nanti ya kita punya win win tidak mengganggu kelestarian alam kita lingkungan,” tegasnya.

Tentu segala sesuatu yang baru jangan sampai jadi polemik di tempat kita.

“Tidak akan merusak pasti tapi pada saat yang sama simbol kemajuan juga ada di tempat kita. Oleh karena itu dengan segala sesuatu langsung pokoknya sekali tolak tetap tolak beda. izin prinsipnya ini kan sudah berproses lama di kabupaten Lombok Tengah ketika naik ke tempat kami. kenapa ke provinsi karena ini menyangkut ada hutan hutan wewenangnya ada di kami,” ungkapnya.

Setelah ini akan ada FS nya mana tempat yang boleh mana yang tidak boleh ini akan diundang stakeholder yang lebih banyak.

Baca Juga:

“Kita ingin jangan terlalu lama juga karena kita ingin supaya pas Motor GP ada berbagai macam atraksi. Ini bukan dana dari APBD kita hanya menyediakan satu kemauan supaya investor ini tertarik mengembangkan kira kira gitu,” pungkas gubernur.

(pur)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here