Seorang bocah di Pemenang membawa bendera merah putih di tengah Ekskavator meratakan ruko Ayahnya. (Foto: kanalntb.com/dex)

MATARAM, KANALNTB.COM – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr Zulkieflimansyah mengatakan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa di NTB cukup berat dan tidak sederhana. Salah satu alasan mendasar, kata dia, lantaran pemerintah pusat “kekeh” bahwa rumah bantuan yang dibangun harus rumah dengan model tahan gempa.

“Rumah tahan gempa itu kemarin saya lihat persentasinya tidak sederhana. Saya termasuk yang hampir ngotot, rumah-rumah apa saja pokoknya bangun deh, enggak boleh orang tinggal di tenda,”katanya Minggu (16/12) di pendopo Gubernur.

Namun, ia memahami kebijakan pemerintah pusat agar rumah yang dibangun tetap bisa kokoh jika kembali terjadi gempa. Zul mengajak seluruh elemen untuk bahu membahu merealisasikan bantuan rumah untuk warga terdampak gempa.

“Sekarang target kita ketimbang mengutuk kegelapan mending buat sesuatu, jadi aplikator atau yang bangun rumah yang selama ini terbatas kita perbanyak,” sarannya.

Pemprov NTB, lanjut Zul, telah memberikan pelatihan untuk membangun rumah tahan gempa di Science Techno Industrial Park (STIP) Banyumulek, Lombok Barat. Selain itu, terdapat juga sejumlah model rumah tahan gempa yang bisa dilihat dan dievaluasi Kementerian PUPR untuk diperbaiki kalau masih ada kekurangan. Zul berharap banyaknya pilihan model rumah tahan gempa, mulai dari rumah instan sederhana sehat (Risha), rumah instan kayu (Rika), dan rumah instan konvensional (Riko), serta beberapa model rumah tahan gempa lain, membuat proses pembangunan rumah untuk warga terdampak gempa menjadi lebih cepat.

“Mudah-mudahan kalau semakin banyak pilihan, semakin banyak yang kerjakan. Makin banyak yang dikerjakan, produktivitas untuk rumah juga semakin banyak. Saya yakin dalam waktu tidak terlampau lama produktivitas akan meningkat jauh lebih baik,” harap gubernur.

Zul juga memuji sikap warga NTB yang begitu tabah dan mulai menunjukkan semangat bangkit kembali.

“Ini menunjukan ketahanan dan ketabahan luar biasa, walaupun kita diterpa bencana yang tidak ringan tapi kita mampu menunjukkan untuk bangkit kembali,” paparnya.(Pur)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here