Pantauan KanalNTB.com di lapangan, tampak ratusan pengunjung memadati tempat acara untuk mengikuti dan menyaksikan prosesi acara yang dimeriahkan dengan penampilan gendang beleq, peresean, ritual bisok gumi dan berbagai tarian tradisional, dan drama cupak gerantang.(Foto: kanalntb/ezal)
Pantauan KanalNTB.com di lapangan, tampak ratusan pengunjung memadati tempat acara untuk mengikuti dan menyaksikan prosesi acara yang dimeriahkan dengan penampilan gendang beleq, peresean, ritual bisok gumi dan berbagai tarian tradisional, dan drama cupak gerantang.(Foto: kanalntb/ezal)

YOGYAKARTA, KANALNTB.COM – Acara Gawe Beleq Jilid IV yang di inisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersama Ikatan Pelajar Mahasiswa Lombok Utara (IPMLU Yogyakarta) mampu menyedot ratusan pengunjung dari berbagai kalangan.

Acara tahunan kali ini bertajuk “Sasak Memule Ngasuh Bumi” yang digelar dan di pusatkan di Monumen Serangan Umum I Maret 1949 jalan Malioboro Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (22/11).

Pantauan KanalNTB.com di lapangan, tampak ratusan pengunjung memadati tempat acara untuk mengikuti dan menyaksikan prosesi acara yang dimeriahkan dengan penampilan gendang beleq, peresean, ritual bisok gumi dan berbagai tarian tradisional, dan drama cupak gerantang.

Bupati Lombok Utara TGH Najmul Akhyar SH MH mengatakan, Acara Gawe Beleq Jilid IV KLU tahun 2018 kali ini alhamdulilah berjalan dengan tertib, aman, nyaman, damai dan diliputi suasana penuh kekeluargaan dan kaguyuban.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat KLU dan Provinsi NTB menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah Daerah Istimewa yogyakarta (DIY) yang telah ikut bersinergi dengan memberikan tempat yang refresentatif untuk melancarkan keberlangsungan acara besar ini guna mempromosikan pariwisata dan kebudayaan KLU yang majemuk sebagaimana kebudayan Yogyakarta yang multikulturalistik,”ungkap Najmul.

Untuk di ketahui bersama lanjut Najmul kenapa KLU memilih daerah ini (Yogyakarta.red) sebagai tempat penyelenggaraan event ini karena, Kota ini merupakan tempat destinasi wisata dunia.

“Kenapa kita pilih Jogja sebagai tempat promosi kebudayaan karena kota ini tidak pernah sepi pengunjung baik itu wisatawan domistik maupun mancanegara. Selain itu juga kota ini merupakan tempat destinasi wisata dunia,”Ujarnya.

Tak hanya itu, Kota Yogyakarta juga merupakan daerah istimewa yang mana tempat ini merupakan kota seni yang begitu unik di Nusantara.

“Dengan begitu, kesempatan ini merupakan momentum yang sangat luar biasa bagi kita untuk mengenalkan budaya KLU kepada dunia,”tutupnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana IPMLU Wahyu Herianto Ardi mengatakan, acara Gawe Beleq jilid IV kali ini terkait teknis pelaksanaan acara ini, pihaknya bersama tim hanya menyiapkan acara ini dalam waktu satu bulan karena KLU saat ini sedang di timpa bencana alam gempa bumi.

“Acara kali ini kita bersama IPMLU hanya menyiapkan acara ini hanya satu bulan, ini sangat berbeda dengan Gawe Beleq jilid sebelumnya yang persiapannya berbulan-bulan, meski demikian kami bersyukur acara ini dapat berjalan dengan lancar,”tandasnya.(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here