Gempa M=5,8 Guncang Lombok Timur, Pengunjung Pantai Senggigi Mendadak Sepi
Foto: Salah satu pengunjung pantai senggigi yang berada di lokasi. (KANALNTB.COM)

LOMBOK BARAT, KANALNTB.COM – Gempa M=5,8 lagi-lagi mengguncang Lombok. Kali ini pusat gempa berada di Lombok Timur dan dirasakan sampai dengan Lombok Barat. Pantauan kanalntb.com pengunjung di pantai senggigi Lombok Barat yang semula ramai oleh pengunjung mendadak sepi.

Baca Juga:

Salah satu warga Abidin yang saat terjadi gempa berada di pantai Senggigi mengakui merasakan gempa tersebut sangat keras.

” Gempanya terasa sekali, saat itu anak saya ada di pantai. Pengunjung yang ramai berhamburan meninggalkan pantai. Dan cepat saya panggil agar tidak di deket dengan pantai,” ungkapnya kepada kanalntb.com, Minggu (17/03) yang saat kejadian berada dilokasi.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto melalui siaran persnya menyebutkan bahwa Hari Minggu, 17 Maret 2019, pukul 14.07.26 WIB, wilayah Kabupaten Lombok Timur diguncang gempabumi tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=5,8 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,4.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,47 LS dan 116,55 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 20 km arah utara Kota Selong, Kabupaten Lombok Timur, Propinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 19 km. Dua menit kemudian pada pukul 14.09.19 WIB terjadi gempabumi susulan dengan M=5,1 pada 8,51 LS dan 116,49 BT dengan kedalaman 10 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal di sekitar Gunung Rinjani. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran turun (normal fault).

Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Lombok Utara IV MMI, Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, Mataram, dan Sumbawa III-IV MMI; Karangasem III-IV MMI, Denpasar III MMI, dan Kuta III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 14.54 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya tiga aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (pur)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here