Event Lebaran Ketupat, Jadi Ajang Kebangkitan Pariwisata Lombok Utara
Foto: Lebaran Topat di KLU (st)

LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyelenggarakan event tradisional Lebaran Topat (Ketupat, terminologi Sasak) tahun 2019. Acara berlangsung di Pantai Sira Desa Sigar Penjalin, bertepatan dengan 7 Syawal 1440 Hijriah, rabu (12/6).

Hadir pula mendampingi bupati Wakil Bupati Lombok Utara Sarifuddin, SH. MH., Ketua DPRD KLU Burhan M. Nur, SH., dan Wakil Ketua DPRD KLU Sudirsah Sudjanto, S.Pd.B, S.IP., Wakapolres Lombok Utara Kompol Dewa Gede Sucipta, S.Pd., Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH., Perwira Penghubung Dandim 1606 Lobar Mayor I Nyoman Dirga, Kepala Kantor Kemenag KLU, Staf Ahli dan Para Asisten lingkup Setda KLU, Kepala OPD lingkup Pemda KLU, Ketua TP PKK KLU, Ketua Gowa KLU, Para Camat, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Agama.

Pantauan KanalNTB di lokasi, acara berlangsung sangat meriah, ribuan pengunjung yang ingin menyaksikan langsung rangkaian acara seperti parade dulang dan seserahan ketupat oleh masing-masing peserta perwakilan tiap kecamatan. Peserta Lebaran Topat diikuti perwakilan dari lima kecamatan yang ada di KLU, masing-masing membawa menu kuliner secara kolosal berupa dulang dan ketupat berukuran besar.

Pada kesempatan itu Bupati KLU TGH Najmul Akhyar SH,.MH,. menyampaikan perayaan tradisi Lebaran Topat ini merupakan momentum kebangkitan pariwisata di Kabupaten termuda di NTB ini pasca di timpa bencana alam gempa bumi tahun lalu, selain itu, lebaran topat ini menunjukkan bahwa adat masyarakat Lombok Utara adalah adat yang bersendi syar’i.

“Ini menjadi momen kebangkitan pariwisata kita. adapun piranti-piranti adat yang ada, apabila kita telusuri ke belakang, maka semuanya bersumber dari ajaran agama. Terutama pada nilai-nilai dan filosofinya, termasuk lebaran topat,” kata Najmul

Dari sisi sejarah, lanjutnya Lebaran Topat dari dulu dirayakan usai bulan ramadhan yang kemudian dilanjutkan dengan puasa enam bulan pada Bulan Syawal.
Adapun mengenai perayaan pada Lebaran Topat kali ini kata Najmul dihadiri pula oleh umat dari Agama lain yakni Hindu dan Budha, ini menunjukan bahwa nilai toleransi di Lombok Utara begitu kental.

“Lebaran Topat, sebuah simbolisasi bahwa setiap agenda event kebudayaan dan adat istiadat bersendikan keagamaan. Selain itu, Lebaran Topat kita jadikan ajang untuk berkumpul semua. Alhamdulillah pesertanya bukan hanya yang beragama Islam, tidak salah, kalau kemudian Kementerian Agama menganugerahkan Lombok Utara sebagai kabupaten peduli kerukunan umat beragama,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Utara Sarifuddin, SH. MH., mengatakan Lebaran Topat momen yang baik untuk bersilaturahmi di bulan Syawal. Dari perayaan, kontestannya datang dari beberapa desa mewakili kecamatan.

Adapun koordinator pelaksana yang juga Kadis Kebudayaan dan Pariwisata KLU Vidi Eka Kusuma, S.IP. M.Si mengungkapkan, Lebaran Topat bertujuan memperkuat tali silaturahmi dan ajang saling memaafkan hingga terciptanya kerukunan hidup, sebagaimana simbol dari ketupat.

Baca Juga:

“Event tradisional Lebaran Topat merupakan agenda tahunan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata KLU. Cara untuk mempertahankan bentuk tradisi peninggalan budaya serta adat sebagai komitmen merawat kebudayaan,”pungkasnya.(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here