Embung dan Alsintan Poktan Makmur Jaya Gol Munjid Diresmikan Bupati Najmul
Foto: Bupati KLU TGH Najmul Akhyar menyerahan alat dan mesin pertanian. (KanalNTB.com)

Lombok Utara, KanalNTB.com – Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH meresmikan embung pertanian sekaligus penyerahan alat dan mesin pertanian tahun 2019 dirangkai dengan penyerahan buku rekening kepada kelompok penerima manfaat RJIT, pembangunan embung pertanian dan irigasi perpipaan tahun 2020, dipusatkan di Dusun Gol Munjid Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan.

Bupati H. Najmul Akhyar mengatakan pihaknya sudah berdiskusi dengan para dokter desa yang bertugas di desa-desa di Lombok Utara. Saat ini, sambungnya, beberapa orang dokter desa tengah melanjutkan studi ke jenjang pasca sarjana. Selain itu, ada juga yang lulus CPNS sehingga tersisa masih 16 orang dokter desa. Ia meminta agar dokter-dokter desa yang ada bisa lebih aktif lagi dalam melaksanakan tugas-tugasnya di masyarakat.

Bupati menuturkan bahwa pihaknya merasa perihatin atas kondisi adanya dokter-dokter yang jauh naik sampai ke bukit-bukit hanya untuk mencari ibu-ibu yang tidak pernah datang ke Puskesmas. Terhadap kerja keras dan pengabdian luar biasa dokter desa tersebut, bupati menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya.

Lebih lanjut diuraikan Najmul Akhyar pada tahun 2020 Pemkab Lombok Utara kembali mengangkat dokter desa untuk menambah 16 orang dokter desa yang tersisa.

“Alhamdulillah kita juga mendapatkan tambahan dari Menteri kesehatan sekitar 20 dokter lagi, sehingga harapan kita seluruh desa itu terpenuhi dokter desa dan ambulan desa,” katanya.

Mengilas balik beberapa tahun lalu, bupati menceritakan bahwa dulu pemerintah juga pernah merencanakan Wira Usaha Baru (WUB) dengan program Rp. 3 juta per wirausaha baru. Program itu, menurut Najmul, sudah dianggarkan sejak tahun pertama sebesar Rp.15 M setiap tahun. Pasalnya, target Pemkab Lombok Utara dari awal menumbuhkan sebanyak 10 ribu wira usaha muda baru dengan dana sekitar Rp.30 M. Tapi setelah dianggarkan muncul persoalan baru dengan terbitnya Keputusan Menteri Dalam Negeri, yang isinya ternyata pemberian bantuan tidak diperbolehkan dalam bentuk uang. Opsi yang diperkenankan yaitu bantuan hanya boleh diberikan dalam bentuk barang.

“Maka kemudian saya kumpulkan semua kepala dinas memberikan penjelasan agar tidak melanggar aturan walaupun sebetulnya kita sudah usahakan. Maka, solusinya kita harus cari cara lain,” beber Bupati Najmul.

Solusi yang diambil, tutur Najmul, pemda menyerahkan bantuan dalam bentuk barang. Di antara jenis-jenis barang yang diberikan kepada masyarakat lewat program WUB tersebut termasuk alat-alat pertanian guna menindaklanjuti usaha-usaha pertanian masyarakat.

Dijelaskan Sekjen Apkasi ini, pembelian mesin, alat-alat pertanian dan barang-barang lainnya merupakan reflikasi dari program wirausaha baru. Sehingga bantuan diberikan berupa bibit ayam, 16 ribu stuk madu dengan biaya Rp.14 M. Dirincikan Doktor Ilmu Hukum ini, kalau dibandingkan dengan program awal di mana target capaiannya ditetapkan hanya 10 ribu WUB.

“Tapi kenyataannya, sekarang ini azas masyarakat yang menerima bantuan barang sudah melebihi 25 ribu orang, termasuk yang kita serakan kepada bapak-bapak kelompok tani di sini,” tutur Bupati Najmul.

Lebih lanjut, berbicara anggaran yang direncanakan sebesar Rp.30 M untuk WUB. Dengan memberi bantuan barang, ternyata anggaran yang dihabiskan di Dinas Pertanian saja sudah lebih dari Rp.45 M. Barang-barang yang dibeli dengan anggaran ini semuanya sudah diberikan kepada masyarakat. Belum lagi di dinas-dinas lain dengan jumlah pagu anggaran lebih besar dengan kisaran Rp.60-70 M.

“Jadi, anggaran program WUB ini dua kali lipat lebih besar dari anggaran yang kita rencanakan awalnya. Wujud bantuannya memang dalam bentuk barang. Dan, harapan kita mari kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya terutama kelompok tani di sini. Jangan kita anggap pertanian itu bukan usaha, usaha dalam arti meningkatkan penghasilan,” harap bupati sembari memberi motivasi kepada para anggota poktan.

Pada kesempatan itu, bupati juga menyampaikan progres rehab rekon pembangunan RTG, di mana saat ini sedang recovery pembangunannya. Data terakhir jumlah RTG yang sudah ditempati mencapai 41.000 unit.

Bupati Najmul lantas menceritakan perbincangannya dengan Walikota Mataram terkait pembangunan RTG itu. Kata Najmul, menurut Walikota Mataram bahwa pembangunan rumah di Mataram sudah mencapai 100 persen atau hanya 1.300 unit rumah saja. Fakta itu jauh berbeda dengan di Lombok Utara yang sudah mencapai 41.000 unit (62 persen).

Berbicara presentase, bebernya, tentu jauh lebih banyak di Mataram. Sebaliknya, jika berbicara pada konteks jumlah RTG, tentu jumlahnya berbeda sangat jauh dengan jumlah RTG di Lombok Utara.

“Saya berterimakasih kepada bapak dan saudara semua, kepada masyarakat. Ini bukan prestasi saya, bukan prestasi pemerintah tapi prestasi bapak, ibu dan saudara sekalian. Banyaknya rumah yang sudah bisa ditempati merupakan usaha masyarakat membangun rumahnya, entah itu pola pengerjaan beraplikator atau swakelola,” pungkasnya.

H. Najmul mengujarkan, saat ini Lombok Utara telah menerima Rp.196.7 M untuk pembangunan RTG tahap berikutnya seraya berpesan pada warga agar pintar memilih aplikator karena begitu banyak aplikator yang kurang bertanggungjawab.

“Carilah aplikator yang bagus kalau bisa yang berasal dari Lombok Utara, swakelola, beli barang di Lombok Utara supaya uangnya berputar di Lombok Utara, jika aplikator sudah mulai terlihat nakal jangan pernah ragu untuk memutuskan kontrak,” tegasnya.

“Uang yang jumlahnya Rp.169,7 M itu dikerjakan sampai SK 24, awalnya akan dikerjakan sampai SK 25 tetapi karena permintaan BNPB agar yang rusak sedang juga sekarang harus mulai diperhatikan, karena banyak yang rusak sedang menjadi rusak berat karena belum ditangani. SK 25, 26, 27 akan segera di selseaikan,” ujarnya memberi informasi.

Urusan-urusan target RTG agar per 31 Maret 2020, uang-uang untuk RTG yang ada di BNPB bisa dikeluarkan. Untuk warga yang tidak mendapat anggaran stimulan Rp. 50.000.000 akan mendapat RTLH (Rumah Tinggal Layak Huni).

Diterangkan juga soal Jadup yang hingga kini belum kunjung cair. Bupati Najmul Akhyar menegaskan, Jadup itu program dari kementerian sosial, bukan program dari APBD Lombok Utara. Seluruh urusan soal jadup menjadi urusan kementerian sosial. Sementara tugas Pemerintah Daerah hanya mendata masyarakat saja. Aturan di kementerian sosial, warga yang menerima jadup adalah masyarakat yang terdampak gempa. Semua data yang diminta sudah dikirim ke Menteri Sosial. Alasan Jadup belum dikeluarkan sampai sekarang karena jadup akan dikeluarkan usai masa tanggap darurat, sementara sekarang kita masih dalam masa tanggap darurat.

“Sekali lagi saya tegaskan, pihak yang mengelurkan jadup adalah pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Sosial dan Menteri Keuangan,” tutupnya.

Dalam pada itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian KLU Ir. H. Nanang Matalata menyampaikan, kesempatan itu merupakan momen peresmian embung atau bangunan penampung air yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019.

“Insya Allah pak Hartono, akan dilanjutkan tahun 2020 ini perpipaannya dan sudah dianggarkan,” pungkas mantan Asisten I Setda KLU ini disambut aplouse hadiri.

Nanang menyebutkan tahun ini hampir sembilan bangunan berupa embung dan parit dan lainnya yang dibangun pihaknya. Tahun 2019 DAK dipusatkan di kelompok tani Makmur Jaya Dusun Gol Mudjid Desa Karang Bajo.

“Setiap tahun kegiatan-kegiatan ini terus kita upayakan peningkatannya. Begitupun pembiayaannya setiap tahun hampir Rp. 45 miliar. Dana yang dialokasikan di Dinas KPP baik bersumber dari APBD maupun APBN,” ungkapnya.

Kegiatan khusus dialokasikan untuk membiayai pembangunan sarana dan prasarana seperti embung, dam, parit, jaringan irigasi. Ada juga peningkatan kapasitas petani berikut alsintan atau alat-alat mesin pertanian.

Baca Juga:

“Insya Allah ke depan ini terus kita tingkatkan karena memang khususnya pertanian tanaman pangan dalam rangka swasembada pangan.

(eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here