Gerindra Buka Diri untuk Koalisi di Pilkada Kota Mataram
Foto: ilustrasi logo partai Gerindra

LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Dua Calon Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi NTB inisial (NJ) dan DPR Rl (AS) dari partai Gerakan Indonesia Raya (Gerinda) dapil Lombok Utara dan Lombok Barat terancam kena tindak pidana pemilu (Tipilu).

Ketua Bawaslu KLU Adi Purmanto SE yang dikonfirmasi wartawan, Selasa (26/3) membenarkan hal tersebut. Adi mengungkapkan, memang benar ada dua caleg yang melakukan pelanggaran. Adi menyebut pelanggaranya dua caleg ini diantaranya berkampanye di luar jadwal, dan saat ini sedang dilakukan pengkajian.

“Iya memang ada dua, makanya tinggal kita menunggu hasil pembahasan yang ke dua, dan hasil pembahasan kedua ini, apakah lanjut ke penyidikan oleh kepolisian atau tidak nanti kita tindaklanjuti,”ungkapnya.

“Dan Insya Allah dalam waktu dekat ini, pembahasan kedua itu akan mengundang teman sentral Gagumdu, pihak kepolisian dan kejaksaan,” sambungnya.

Adi menegaskan, kedua caleg ini memang melakukan pelanggaran seperti kampanye diluar jadwal, mengajak masyarakat tanpa sesuai jadwal. Kemudian mengumpulkan nasyarakat untuk menggunakan baju dan lain sebagainya. Dan ini sedang di dalami, sampai masuk pada pembahasan kedua ini.

“Kalau pembahasan pertmanya sudah klop. semua saksi, caleg yang hadir juga kita sudah klarifikasi, dan hasil dari klarifikasi itu kita akan rapatkan lagi dipembahasan nanti. Jika memang dia itu terpenuhi semuanya maka kita limpahkan hasil pleno kita ke pihak kepolisian, dan ini sudah di ketahui Bawaslu NTB, karena ini sudah kami diskusikan kita tinggal menunggu pembahasan ke dua ini,” ujarnya.

Menurut Adi, sampai saat ini rata-rata pelanggaran yang dilakukan para caleg adalah kampanye diluar jadwal dan tidak memiliki STTP. Selain itu, mengajak aparatur sipil negara (ASN) ikut dalam kampanye.

“Kalau tidak punya STTP, Kami langsung meminta PPK untuk membubarkan kegiatan kampanya itu para caleg, apapun itu namanya, baik itu sosialisasi dan lainnya,”ujarnya.

Lanjut Adi, Bawaslu KLU telah membubarkan sedikitnya 22 kampanye yang disinyalir melanggar aturan dan tidak memiliki STTP. Dimana kampanye itu tersebar di Bayan sebanyak 7 kali, di Gangga 5 kali dan kayangan hampir 10 kali.

“Pencegahan utama inilah yang sering kita lakukan. jika kami melihat ada pelanggaran baru kami tindaklanjuti, dan itu adalah beberapa kasus yang sudah dan sedang kita proses, seperti 3 ASN sudah kita laporkan ke KSN, tinggal kita tunggu saja hasilnya dari KSN,” bebernya.

Baca Juga:

Adi menuturkan, jika dari caleg yang masuk kategori pelanggarab berat sampai saat ini belum ada yang terbukti, hanya saja, memang teman teman caleg ini melakukan sosialisasi atau Silaturahmi berbau kampanye itu dilakukan sendiri sediri di atas jam 10 malam.

“Tapi Alhamdulillah lewat Informasi yang kami dapatkan di masyarakat, mereka melaporkan dan kita langsung tindaklanjuti laporan itu,” tandasnya.(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here