Dewan Kritisi Pabrik Gula di Dompu
Foto: Anggota Komisi II DPRD NTB Khairul Warisin. (KanalNTB.com)

Mataram, KanalNTB.com – Anggota Komisi II DPRD NTB, Khairul Warisin mengkritik rencana industrialisasi pabrik gula di kabupaten Dompu yang hingga kini belum ada tanda tanda akan dilangsungkan. Ia pun menganggap gagasan Gubernur Zul saat kampanye tersebut hanya gagasan “Hangat-hangat tai ayam”.

Dengan sumberdaya yang dimiliki saat ini gagasan itu harusnya sudah diwujudkan. Pihaknya tetap mendukung langkah Gubernur NTB Zulkieflimansyah untuk mensukseskan program industrialisasi tersebut.

“Pabrik gula di Dompu itu saya menilai “hangat-hangat tai ayam”, itu harus berlanjut dan berkesinambungan. Pabrik sudah ada, petani sudah siap, tinggal berikan subsidi kepada petaninya, ini kebanggaan NTB. Benar ide Gubernur industrialisasi, agar industri ini bisa bergerak kembali,” ungkap mantan Wakil Bupati Lombok Timur ini.

Lebih lanjut, haji Iron sapaan akrab dewan dari Gerindra ini menyatakan sudah saatnya daerah beralih ke industri.

“Kita sudah beralih ke industri, di bidang peternakan jangan mengirim sapi hidup terus keluar, kita harus bisa mengirim daging dalam kemasan. Buat RPH yang bagus, dan tempat kemasan yang bagus,” tandasnya.

Pada rapat dengan mitra komisi juga Iron tak lupa mengingatkan Kepala OPD untuk memperhatikan soal peternak di Sumbawa.

“Kita minta kadis, khusus Sumbawa, peternak disana tidak seperti pulau Lombok, bisa mengkandangkan, melayani layaknya seperti manusia, di Sumbawa sapi dilepas bagaimana mengimbangi, dengan menanam lamtoro, rumput gajah, bahan pakan bisa langsung diberi makan, pasti cepat gemuk bisa menyaingi sapi di Lombok,” urainya.

Selain itu tuntutan peternak yang ada yang boleh dikirim 250 kilo, sementara perdanya yang boleh dikirim 300 kilogram kalau tidak dipergubkan menurutnya ini akan menyulitkan.

“Hanya berharap pangsa pasar dalam daerah kalau dijual hal ini industri harus kita dukung. Harus bisa sesuai selera industri,” ungkapnya.

Di bidang pertanian sendiri ada usul dari pengusaha agar perairan dari telong elong sampai ekas diperdakan hanya boleh untuk pemeliharaan ikan tidak ada penangkapan.

“Kita tempatkan alat kemasan, para kadis punya sumber daya yang menyaingi industri jangan gunakan tenaga konvensional,” tegasnya.

(pur)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here