Datangi Polres Lotim, Wartawan Minta Suara Mereka Diteruskan ke Mabes Terkait Kekerasan Terhadap Wartawan

LOMBOK TIMUR, KANALNTB.COM – Forum Wartawan Media Online (FWMO) Lombok Timur bersama jurnalis Lombok Timur melakukan audiensi dengan Polres Lombok Timur, pagi tadi (4/5). Hal itu terkait oknum aparat kepolisian yang melakukan tindak kekerasan terhadap dua jurnalis di kota Bandung beberapa hari lalu.

Ketua FWMO, Samsul Rizal menyampaikan audiensi tersebut sebagai bentuk kepedulian wartawan di Lombok Timur terhadap kekerasan yang menimpa rekan seprofesi. Selain itu memberikan pemahaman bahwa pers dan kepolisian bersinergi dalam upaya menjaga pilar demokrasi.

“Tindakan oleh oknum tersebut mencoreng nama lembaga negara. Seharusnya kepolisian turut mengayomi insan pers. Bagaimana agar oknum kepolisian tersebut disanksi sesuai dengan hukum. Karenanya, kami meminta polres Lotim agar meneruskan suara kami ini ke Mabes Polri,” tegas Rizal.

Rizal berharap kedepan agar hal serupa tidak terulang lagi. Baik itu diwilayah lainnya, lebih-lebih di Lombok Timur. Kemudian kepada wartawan, ia meminta agar tetap memakai identitas pers.

Sementara itu, Kapolres Lombok Timur, AKBP Ida Bagus Winata melalui Kabagren Polres Lotim, Kompol Sutarman menyampaikan apa yang menjadi harapan wartawan Lotim akan ditindaklanjuti.

“Terima kasih kepada rekan pers. Kami akan sampaikan hal ini kepada bapak Kapolres. Maaf, karena beliau tidak bisa langsung mendengarkan karena sedang ada acara di Mataram,” ujar Sutarman didampingi Kasat Intel Iptu Wahyu dan Kasubaghumas Iptu L Jaharuddin.

Sutarman mengatakan, aspirasi yang diteruskan ke Mabes Polri ada mekanismenya. Karena itu polres Lotim tetap mengikuti mekanisme.

Baca Juga:

“Kita nanti akan sampaikan ke Kapolres dan ke Polda dulu. Kami berterimakasih karena audiensi ini kita akan mengoreksi diri terutama untuk kami di jajaran polres Lotim,” tutup Sutarman.

(dex)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here