Danrem: Akan Ada Penambahan Fasilitator dan Pasukan Zeni Kostrad Dalam Rehab Rekon
Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani. (dua kiri)

MATARAM, KANALNTB.COM – Rapat koordinasi (rakor) sinergitas pelaporan perbaikan rumah bencana gempa bumi di wilayah Provinsi NTB kembali digelar. Rakor yang dihadiri Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., Deputi bidang penanganan darurat BNPB RI, Kepala pelaksana BNPB Provinsi NTB, perwakilan BPKP, perwakilan Kementerian PUPR RI, Direktur penanganan pengungsi, Dinas Perkim dan para Pelaksana di Kabupaten Kota yang terdampak, perwakilan Bank BRI di Ball Room Hotel Lombok Raya, Jumat (8/2).

Usai menggelar rapat, Danrem 162/WB dalam wawancaranya dengan sejumlah media menyampaikan Jum’at (8/2) jajaran tim terpadu percepatan rehab rekon NTB melaksanakan rapat koordinasi tentang sinergitas perbaikan rumah yang rusak ringan, sedang dan rusak berat. Selain itu masalah pelaporan maupun kedala-kendala yang masih menjadi penghambat dalam proses percepatan rehab rekon disampaikan juga.

“Saat ini sedang kita laksanakan pencairan bantuan stimulan untuk rumah rusak ringan dan rumah rusak sedang. Terkait dengan rumah rusak berat dananya cukup besar sebanyak Rp 50 juta dan sudah ditransfer sebanyak 50 persen. Akan ada perkembangan lagi sekitar 30 persen dan terakhir sebanyak 20 persen,” jelas Ahmad Rizal Ramdhani.

Terkait dengan sisa pencairan dana untuk rumah rusak berat, akan diadakan penyempurnaan. Mengingat aplikator atau para pengusaha tidak ada yang berani investasi untuk membantu masyarakat dalam proses rehab rekon. Sehingga tim berkeinginan setelah 50 persen pertama, sisanya langsung 50 persen dengan harapan material datang di lokasi pembangunan langsung carry and cash dibayar 100 persen.

“Apabila sudah ada kesepatan dengan penandatanganan perjanjian SPK, material tidak datang selama 2 hari maka Aplikator akan didatangi oleh Kapolsek bersama Danramil atau dari Fasilitator TNI Polri,” sebutnya.

BACA JUGA:

Menurutnya, setelah barang tiba di lokasi pembangunan, ada tim ceker dari PUPR, TNI Polri untuk mengecek material yang sudah ada, apabila material tidak sesuai dengan perjanjian maka akan dikembali.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem tersebut juga mengatakan akan ada penambahan personel TNI Polri untuk membantu rehab rekon.

“Alhamdullilah hari ini 500 orang anggota Babinsa dan 500 Babinkamtibmas selesai melaksanakan Diklat. Jadi ada penambahan 1000 orang Fasilitator sehingga total keseluruhan 3600 dan juga akan ada penambahan personel dari Pasukan Zeni Kostrad yang InshaAllah akan datang pada minggu ke tiga bulan Februari ini,” ungkapnya.

Sementara Direktur Penanganan Pengunsi BNPB RI Tavip Joko P. menyampaikan, dalam rapat koordinasi ini, sudah ada kesepakatan bersama untuk membuat laporan satu pintu di Posko BNPB bersama dengan TNI-Polri. Release data untuk media juga akan dikeluarkan setiap pukul 21.00 Wita.

Dijelaskannya, perlu adanya pengendalian dalam proses rehab rekon agar pekerjaan bisa berjalan lebih cepat. Selain itu adanya jaminan bagi pengusaha atau aplikator untuk penerimaan dana setelah uang berada pada Pokmas khususnya untuk rumah yang rusak berat pada saat pencairan dana agar dikendalikan dan diketahui fasilitator dan PPK.

“Bagi aplikator atau pengusaha yang sudah melakukan perjanjian agar membuat rekening di Bank BRI sesuai wilayah atau lokasi penanganan rehab rekon sehingga bisa dikontrol penggunaan dana sesuai dengan rencana kebutuhan,” pungkasnya. (Dex)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here