Caleg No. 3  Partai Golkar Dapil VI Sandubaya Kota Mataram atas nama Widi Haerani (kiri), Pendamping Caleg Haji Munawir (kanan). (Foto: ist)
Caleg No. 3  Partai Golkar Dapil VI Sandubaya Kota Mataram atas nama Widi Haerani (kiri), Pendamping Caleg Haji Munawir (kanan). (Foto: ist)

MATARAM, KANALNTB.COM – Panwaslu Kecamatan Sandubaya dinilai tidak profesional menelisik soal dugaan temuan anggotanya, Panwaslu Kelurahan Abiantubuh kecamatan Sandubaya, kota Mataram tentang adanya fasilitas pemerintah dalam kampanye Caleg No. 3  Partai Golkar Dapil VI Sandubaya Kota Mataram atas nama Widi Haerani, Minggu (7/10).

Dalam Surat Panwaslu No.032/Panwascam-sby/X/2018 perihal Undangan Klarifikasi atas masalah tersebut yang disampaikan ke salah satu tim pendamping Caleg No. 3, H Munawir atau yang beken disebut Hamuna menyatakan bahwa Panwaslu harusnya tidak berlebihan dalam meneliti dan menindaklanjuti  suatu temuan yang diduga melanggar aturan pemilu.

“Ini baru dugaan tapi di redaksi surat sudah membahasakan sebagai perbuatan yang terkesan positif melanggar. Itu yang saya lihat dari redaksi Undangan Klarifikasi yang disampaikan ke saya,” ucapnya sambil menunjukkan surat yang dimaksud.

Dan yang berlebihan lagi adalah perbuatan salah satu anggota panwas kelurahan setempat berinisial AS yang mempublish di medsos tentang dugaan pelanggaran yang dimaksud. Menurut Hamuna yang bersangkutan tiba tiba mempublish di medsos dugaan pelanggaran yang masih dalam proses klarifikasi dan tidak benar tersebut. Melihat fakta ini Hamuna malah menduga ada sesuatu tujuan lain yang diinginkan oleh oknum anggota Panwaslu tersebut. Tujuan postingannya itu diduga Hamuna bisa jadi terkait kepentingan lain diluar penegakan Undang Undang Pemilu.

“Ini kan tidak profesional namanya jika sampai menindaklanjuti sebuah kepentingan lain oknum tersebut,” kritiknya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kecamatan Sandubaya, Akhmad Nuzuli, yang dikonfirmasi kanal ntb.com membantah tudingan tersebut. Dia menyatakan surat panggilan yang dilayangkan hanya bersifat klarifikasi terhadap dugaan temuan adanya kendaraan plat merah di dekat lokasi acara. “Jadi bukan pelanggaran oleh caleg, atau pertemuan sosialisasinya. Tapi kita menemukan adanya kendaraan plat merah yang berada di lokasi dekat acara. Itu yang kita sedang dalami. Dan sejauh ini masih dalam kajian kami,” tukas Nuzuli via HP.

Adapun terkait adanya oknum anggota panwas setempat yang memposting kegiatan Caleg dan penyerahan surat undangan klarifikasi dugaan pelanggaran malah belum ia ketahui. “Nah itu saya belum tahu soal postingan itu. Coba nanti saya klarifikasi,” tutupnya. (Pur)

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here