Buta Aksara di Loteng Masih Tinggi, Dikdas : Dibutuhkan Kerjasama Semua Instansi
Foto: ilustrasi

LOMBOK TENGAH, KANALNTB.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Lombok Tengah mengakui angka buta aksara masih tinggi, hingga tahun 2019 tercatat sebanyak 64.932 orang. Namun, jika dibandingkan dengan tahun 2014 sebanyak 80.752 orang, terdiri dari laki-laki 25.787 orang dan perempuan 54.965 orang.

“Memang angka buta aksara masih tinggi. Tapi, jika dibandingkan tahun 2014,” ungkap Kepala Bidang Paud dan Dikmas Disdik Loteng, Drs. H. Moh. Ahsan, kemarin.

Namun demikian, ia tidak memungkiri selama empat tahun terakhir angka buta aksara terus mengalami penurunan. Hal ini, dikarenakan bentuk perhatian pemerintah pusat dan daerah, dalam mengentaskan butak aksara. Di tahun 2015 saja jelas Ahsan, kita mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat untuk 3 ribu orang. Tahun 2016 kembali mendapatkan anggaran dari pusat sebanyak 820 orang dan APBD II  sebanyak 3 ribu orang. Tahun 2017 juga mendapatkan anggaran pusat untuk 900 orang dan daerah 3 ribu. Tahun 2018 kita mendapatkan dari pusat 1000 orang dan daerah 4.100 orang.

Baca Juga:

“Tahun 2019 kita sudah ajukan ke pusat sebanyak 3 ribu orang. Namun, hal ini belum mendapatkan respon,” katanya.

Kemudian, bila tahun ini tidak ada respon dari pemerintah pusat, maka gagal sudah program pengentasan buta aksara, khususnya di tahun 2019. Apalagi, tahun ini pihaknya di dukung melalui APBD II.

“Kalau tidak dapat dari pusat, gagal sudah pengentasan buta aksara,” tegasnya.

Sehingga, pengentasan buta aksara tidak hanya sepenuhnya dilimpahkan ke Disdik saja, melainkan harus ada keterlibatan dan kerjasama semua pihak. Artinya, semua SKPD yang ada dilingkup Pemda Loteng juga harus ikut terlibat dalam pengentasan buta aksara tersebut.

“Tidak bisa hanya mengandalkan Disdik saja. Kalau seperti ini, kapan akan selesai penuntasan buta aksara di Loteng,” ujarnya.

Memang akui Ahsan, dalam pengentasan buta aksara pihaknya telah melakukan sejumlah terobosan. Tahun 2018, pihaknya telah mencoba melakukan Mou dengan IKIP Mataram. Alhasil, program tersebut berhasil dituntaskan oleh mahasiswa KKN IKIP Mataram.

“Tapi, kalau tidak ada anggaran, bagaimana kita akan melakukan kerjasama. Itulah sebabnya, penting adanya kepedulian dari instansi yang ada di lingkup Loteng,” tungkasnya. (hiz)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here