Buruh Batako Ini Menderita Tumor Ganas, Tak Mampu Berobat ke Bali, Kini Pasrah Tunggu Bantuan Dermawan
Foto: enderita tumor ganas Musliman (39) warga RT 3 lingkungan Butun Indah, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya mataram. (KANALNTB.COM)

MATARAM, KANALNTB.COM – Musliman (39) warga RT 3 lingkungan Butun Indah, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya kota Mataram ini sudah satu tahun harus bersabar menghadapi penyakit tumor yang perlahan terus membesar di bagian leher kirinya. Mengingat keterbatasan SDM dan peralatan medis pihak RSHK Selagalas tempatnya dirawat memintanya untuk melanjutkan operasi ke RS Sanglah di Bali. Seluruh biaya operasi akan tetap ditanggung RS melalui BPJS. Hanya pihak keluarga tak memiliki biaya ongkos ke Bali. Kini Musliman hanya bisa pasrah duduk dan tiduran menahan rasa sakit sambil menunggu biaya.

“Rumah Sakit menunggu kesiapan kami untuk ke Bali. Meski biaya operasi ditanggung BPJS tapi kami gak punya biaya untuk dan selama disana,” keluh Rabiah, Istri Musliman yang setia mendampingi suaminya kepada kanalntb.com

Ketidak mampuan ekonomi keluarga membuat bapak satu anak.ini selama satu bulan terakhir harus terbujur duduk dan tidur di rumahnya yang sempit di Lingkungan Butun Indah. Pihak keluarga benar benar bingung darimana bisa mendapatkan biaya untuk bisa membawa Musliman.

“Begini keadaan kami, untuk makan saja masih sulit apalagi harus membawanya ke Bali,” ungkap Rabiah sedih sambil menatap suaminya di sebelahnya yang lemah.

foto: Musliman (39) warga RT 3 lingkungan Butun Indah, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya yang terkena tumor ganas di leher. (KANALNTB.COM)

Keluarga yang lain juga demikian, kata Rabiah, tidak banyak bisa berbuat untuk membantu meringankan penderitaan Musliman. Mereka  berharap ada bantuan dermawan atau donatur yang barangkali bisa meringankan beban biaya proses selama berada di Bali.

“Minta doanya mas semoga ada yang bersedia membantu kami,” harap Rabiah sedih.

Dituturkan Rabiah, suaminya mengidap penyakit ini berawal saat ia  merasakan seekor binatang menggigit lehernya. Akibat gigitan tersebut muncul seperti bintik dan lama kelamaan berbentuk seperti kutil. Ia pun pernah berupaya mengobatinya secara alami dengan obat tradisional tapi tetap membesar.

“Sudah sering kita obati tapi tidak bisa sembuh malah terus membesar seperti ini,” cerita Rabiah.

Selama dirawat di rumah sakit karena penyakit yang dirasakan suaminya ia pun tak begitu bisa makan nasi. Kebanyakan makanan berasal dari infus yang masuk ke tubuhnya. Di rumah ia mulai bisa makan sedikit demi sefikit. Namun Ia tetap khawatir jika kondisinya tidak segera ditangani benjolannya akan terus membesar dan khawatir keadaannya semakin parah.

Sementara itu Kepala Lingkungan Butun Indah, Ibnu Zubaid mencoba membantu memfasilitasi warganya yang tengah  menghadapi musibah ini dengan mengupload kondisi Musliman di media sosial. Ia berharap masyarakat luas yang membaca postingannya tersebut berkenan memberikan bantuan untuk Musliman.

Bacs Juga:

“Atas nama keluarga dan lingkungan Butun Indah memohon bantuan saudara saudari sekalian untuk  salah seorang warga kami, Musliman yang saat ini divonis dokter mengidap penyakit kelenjar getah bening. Dan harus di rujuk ke Bali atau Surabaya namun karena kekurangan biaya kami memohon bantuan saudara sekalian bisa meringankannya. Atas bantuan yang diberikan sebelumnya kami ucapkan terimakasih dan insha Allah menjadi amal terbaik dan dapat ganjaran dari Allah SWT,” tulis Zubaid di dinding FB nya siang ini, Kamis (15/8).

(Awd)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here