Bupati Najmul Ancam Aparatur Judes Melayani Masyarakat Dipindahkan ke Tempat Ini
Foto: Bupati KLU Najmul Akhyar hadiri Bintek SPM. (KanalNTB.com)

Lombok Utara, KanalNTB.com – Bupati Lombok Utara Dr.H.Najmul Akhyar, SH, MH mengingatkan bahwa birokrat adalah pelayan bagi masyarakat karena mereka telah memberikan amanah kepada para aparatur birokrasi. Siapapun kita, menurut orang nomor satu di KLU ini, adalah pelayan bagi mereka, sehingga kewajiban kita adalah melayani masyarakat dengan baik dan hak mereka adalah untuk mendapatkan pelayanan yang baik.

Hal itu disampaikan Bupati Najmul di depan peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang diadakan Setda Pemkab Lombok Utara bertempat di Hotel Mina, Senin (4/11)

Sejak awal ketika amanah menakhodai Lombok Utara diberikan kepadanya, Bupati Najmul menginginkan setiap kantor yang melayani masyarakat di KLU hendaknya menjadi rumah solusi bagi masyarakat yang datang. Sehingga, sambung Sekjen Apkasi ini, di setiap kantor itu harus disiapkan resepsionis yang ramah, murah senyum, tidak judes, sehingga masyarakat merasa nyaman.

“Saya ingin Bimtek ini menjadi penyegaran terhadap apa yang kami sampaikan sejak awal. Bahkan dulu kami pernah melakukan pelatihan di salah satu hotel untuk resepsionis supaya suasana di kantor itu tidak beda dengan suasana di hotel dalam soal pelayanan,” tutur bupati.

“Jika ada resepsionis yang tidak bisa senyum maka tempatkan dia di depan komputer saja” ancam bupati.

Bupati Najmul berpesan, bahwa di antara yang mesti lakukan aparatur birokrasi KLU adalah melaksanakan ketentuan terkait pelayanan minimal, di mana masyarakat Lombok Utara mendapat pelayanan dasar.

“Sebelum gempa kita sudah mencoba menerapkan pojok menyusui bagi ibu-ibu yang menyusui. Kamu berharap bimtek ini tidak hanya bersifat normatif saja, tetapi mesti yang bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat,” pesannya kepada peserta bimtek.

“Substansi dari pelayanan itu bukan hanya dari cara saja. Tetapi dari kata dan hati pun ketika kita melayani orang dengan baik maka hasilnya pun akan baik. Sekali lagi saya ingin inovasi-inovasi di setiap OPD,” tegas Najmul mengakhiri sambutan.

Sementara itu, panitia penyelenggara yang juga Kepala Bagian Pemerintahan Setda KLU, H. Rubain, S.Sos, M.Si mengatakan, penyelenggaran bimbingan teknis penerapan SPM tersebut didasari UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 2018, Permendagri nomor 100 tahun 2018, Peraturan Bupati Lombok Utara nomor 48 tahun 2018 tentang Penjabaran APBD tahun 2019.

“Tujuan dari bimtek tersebut menyosialisasikan dasar-dasar SPM di Pemerintah Daerah KLU, memahami teknis penyusunan rencana pelaksanaaan pelayanan dasar terhadap pelayanan di KLU, serta mengoptimalkan upaya-upaya pemerintah daerah dalam pelakasanaan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” tandasnya.

Penyeleggaraan bimtek yang dihelat selama dua hari ini diikuti 30 orang peserta perwakilan OPD lingkup Pemda KLU serta mendatangkan dua orang narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, Sondang Lumban Gaol Kepala Seksi Wilayah IV B, Direktorat PEIPD Direktorat Jenderal Bina Bangda Kemendagri dan Azwar Yusuf Tenaga Ahli Perencanaan Pembangunan Daerah Direktorat Jenderal Bangda Kemendagri.

Bupati Lombok Utara Dr.H.Najmul Akhyar, SH, MH sebelum membuka Bimtek mengawali sambutannya terlebih dahulu menyapa kedua narasumber dari Kemendagri tersebut.

Baca Juga:

“Selamat datang bapak/ibu dari Kementerian Dalam Negeri, semoga merasa nyaman berada di sini (Kabupaten Lombok Utara-red),” sapa Bupati Najmul.

(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here