LOMBOK TENGAH, KANALNTB.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lombok Tengah menyatakan ada 5 desa memiliki potensi rawan pelanggaran pemilihan umum (Pemilu) yang cukup tinggi.  

Ketua Devisi SDM Bawaslu Loteng, Usman Faesal mengatakan, temuan itu berdasarkan hasil Pemilu 2014 dan Pilkada Gubernur NTB tahun 2018. Lima desa itu, desa Montong Ajan kecamatan Praya Barat Daya, Pengembur kecamatan Pujut, Mekar Sari kecamatan Praya Barat, Beraim kecamatan Praya Tengah, Aik Berik kecamatan Batukliang Utara dan Beleka kecamatan Praya Timur. “Sebenarnya semua desa mempunyai tingkat kerawanan tinggi dalam kompetensi politik. Tapi, yang paling rawan pelanggaran di lima desa tersebut,” ungkap Usman diruang kerjanya, Senin (18/2).

Artinya, dari 139 kelurahan/desa tidak ada satupun yang tingkat kerawanan pelanggaran dan hambatan penyelenggaraan pemilunya masuk katagori rendah, termasuk di kecamatan Batukliang dan lainnya. “Tingkat kerawanan biasanya pelanggaran money politik, tidak netralnya penyelenggara, keterlibatan PNS dalam kampanye dan lainnya,” katanya.

Baca Juga:

Berdasarkan hasil kajian itu membuat pihaknya turun langsung melakukan sosialisasi. Sehingga, terhadap lima desa tersebut, pihaknya sudah melakukan sosialisasi beberapa waktu lalu. “Besok (hari ini red) rencananya akan sosialisasi ke kecamatan Kopang. Kamis baru ke kecamatan Batukliang,” terangnya.

Apalagi, hingga saat ini ada 12 laporan yang masuk. Baik itu pelanggaran kampanye dan administratif. Namun, semua ini telah diselesaikan. Bahkan, ada satu kasus yang sekarang telah masuk ke ranah pengadilan, yakni kasus yang melibatkan Kepala dinas Kebudayaan dan Pariwisata Loteng, Kades Ketara dan salah satu caleg. “Semua ini dilakukan, tidak lain untuk menjaga dan menciptakan pemilu yang aman, jujur dan adil,” ujarnya.

Sehingga, ia menghimbau agar ASN, TNI/Polri, kades, perangkat desa tidak ikut terlibat politik paraktis. Hidari juga politik uang. Karena, bila ditemukan, ia tidak segan-segan akan menindaknya sesuai perundang-undangan yang ada. “Kami akan terus melakukan pengawasan, baik selama masa kampanye hingga pencoblosan. Hal ini agar pemilu tahun ini berjalan lancar dan aman,” tungkasnya. (hiz)

5
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here