Baru Jadi Sudah Rusak, Jembatan Lendang Galuh Tuai Protes Warga
Foto: Kondisi Jembatan Lendang Galuh. (KanalNTB.com)

Lombok Utara, KanalNTB.com – Jembatan yang terletak di Dusun Lendang Galuh, Desa Sokong, kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU) menuai protes warga. Pasalnya, jembatan yang baru serah terima Desember lalu mengalami retak di sejumlah titik. Protes tersebut terlihat pada postingan sejumlah warga yang mengupload photo sejumlah kerusakan jembatan tersebut di media sosial.

Ditemui wartawan, Senin (6/1) Ardianto SH tokoh masyarakat setempat yang sekaligus mantan anggota DPRD KLU yang ikut membahas anggaran jembatan tersebut mengungkapkan, memang benar banyak protes warga dan informasi yang pihaknya terima terkait rusaknya jembatan tersebut.

Jembatan tersebut lanjut Ardianto dibangun dengan pagu APBD senilai Rp 1,8 miliar. Jembatan itu adalah sarana penghubung antara Desa Sokong dan Desa Teniga.

“Jembatan tersebut dulunya sempat mengalami penundaan akibat beberapa persoalan. Jembatan itu kita anggarkan tahun 2017 sebesar Rp 800 juta, tapi tertunda karena dananya kurang. Lalu di 2018 kita tambah lagi menjadi Rp 1,2 miliar, tapi tidak terlaksana karena kisruh tender,” ujarnya.

Ardianto mengatakan, jembatan tersebut dari awal memang sudah menuai polemik karena kepentingan oknum. Jembatan yang telah menemukan pemenang tender itu, diminta oleh APH untuk ditender ulang. Akibatnya jembatan urung dieksekusi.

“Di APBD-P sempat ada usulan lagi, tetapi banggar saat itu tidak menambah anggaran sebab APBD-P 2018 ditetapkan melalui Peraturan Kepala Daerah,”katanya.

“Di 2019 baru dianggarkan kembali dengan nilai lebih besar yakni sekitar Rp 1,8 miliar. Tetapi jembatan itu mengalami keretakan di sejumlah titik, berikut talud juga melorot,” imbuhnya.

Terpisah, pelaksana jembatan CV Budi Permata, Raden Mesir, mengungkapkan pihaknya siap melakukan perbaikan. Pelaksanaannya masih menunggu petunjuk dari tim teknis dinas PU.

“Kebetulan saya di Dinas PU ini, jadi kita masih menunggu tim teknis biar enak kerjanya,” terangnya.

Menurutnya, penyebab retaknya jembatan tersebut dikarenakan hujan lebat yang terjadi pada 1 Januari lalu. Ia menjamin, secara konstruksi bangunan sudah sesuai spesifikasi.

“Kalau konstruksinya tidak apa-apa, hanya di pinggirnya itu saja retak, karena airnya besar, terlebih lagi tanah itu masih labil karena baru kita timbun,”tandasnya.

Mesir menyebut, nilai kontrak jembatan yang ia peroleh sebesar Rp 1,773 miliar. Pasca dibangun, jembatan sudah bisa dilalui oleh kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Ia membantah, adanya larangan jembatan tidak boleh dilalui oleh dump truk. Sebaliknya, kendaraan jenis apapun dipersilahkan melewati jembatan tersebut.

Baca Juga:

“Roda empat bisa kok lewat sana, itu sudah dari dulu. Sudah bebas kok. Hanya saja pada pinggir talut itu aja yang retak karena tanahnya masih labil,” pungkasnya.

(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here