AK Tawarkan Program Mata Ibu Ramah untuk Bersihkan Kota Mataram dari Sampah
Foto: Bakal Calon (Balon) Walikota Akhsanul (AK) saat menggelar konfrensi Pres. (KanalNTB.com)

Mataram, KanalNTB.com – Persoalan sampah yang terus menjadi pekerjaan rumah pemerintah kota Mataram mendapat tanggapan bakal calon walikota Ahsanul Khalik (AK).

Kepada media ini AK menyakini persoalan sampah bukan masalah baru bagi kota Mataram. Bahkan semua daerah juga mengalami persoalan yang sama.

Sehingga pria yang kini menjabat sebagai Kepala BPBD Provinsi NTB ini berpandangan bahwa cara mengatasinya bukan dengan menguranginya tapi dengan memanfaatkannya sehingga bernilai.

Baca Juga:

” Sampah di Kota Mataram akan terus bertambah, caranya kita tidak akan mengurangi, tapi akan kita memanfaatkan sehingga memiliki nilai. Di dunia sekarang menerapkan pemerintahan kolaboratif. Pemprov sekarang juga punya program zero waste. Ini nanti akan kita konfergensi dengan pemerintah kota. Saya punya konsep pemberdayaan masyarakat yang bersih salah satu tawaran program Mata Ibu Ramah (Mataram Kota Indah, Berbudaya, dan Ramah) di Kota sehingga masyarakat bahagia,” ungkapnya.

AK menyebut Mataram merupakan pusat peradaban NTB harus merepresentasikan diri kota yang nyaman bagi visitor dan atau investor. Oleh karena itu, Program Mata Ibu Ramah akan didukung dengan pembuatan Seribu Taman dan penanaman Satu Juta pohon di area-area publik yang dicantik dengan taman-taman tematik, taman bermain anak-anak, dan arena sport masyarakat.

“Hal tersebut dilakukan bertujuan untuk kesehatan, keindahan, kesegaran dan juga sebagai resapan air. Dan yang paling utama, taman-taman ini akan menjadi ruang audiensi yang akan mempertemukan warga Kota Mataram,” terangnya.

Selain itu, di Mataram nantinya akan di bangun Pusat Studi Budaya yang akan menampung pikiran-pikiran jenial agar pembangunan Kota Mataram Bersinar: smart city dengan cita rasa modern tidak meninggalkan identitas kekhasan lokalnya sebagai rumah besar ke-NTB-an yang menampung ragam suku, agama, ras, dan lain sebagainya.

“Lokalitas ini akan ditransmisikan dalam ruang-ruang pendidikan, sosial, dan budaya serta diobjektivikasi dalam bentuk peraturan daerah agar kemodernan seiring sejalan dengan lokalitas budaya,” ungkapnya.

(pur)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here