Adam Hanya Dimintai Keterangan Polisi Atas Akun Restu Adam EF
Foto : Kuasa Hukum Najmul Akhyar, Dr Ainuddin SH, MH. (KANALNTB.COM)

LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Kuasa hukum Dr. H. Najmul Akhyar bupati Lombok Utara angkat bicara terkait laporan yang dilayangkan atas dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh Tarpi’in pemilik akun facebook atas nama Restu Adam EF. Pasalnya, kuasa hukum menilai ada delik yang diduga terdapat pelanggaran UU ITE yang dilakukan pemilik akun Restu Adam EF, Sabtu (30/3).

Kuasa hukum Law Office, Dr. Ainuddin,SH.,MH dan Patner nya, Dr. H. Najmul Akhyar mengklarifikasi objek persoalan yang di viral kan Pemilik Akun Restu Adam EF dengan kata “Labay” kemudian memunculkan komentar negatif publik bahkan menyerang pribadi serta lembaganya berupa hinaan, sumpah serapah, merendahkan martabat hingga pengancaman.

Dikatakan Ainddin, objek persoalan – persoalan itu merupakan penyebab timbulnya komentar yang menyerang pribadi hingga pengancaman dan cacian.

“Sebagai warga negara juga Najmul hanya meminta perlindungan hukum kepada kami atas unggahan itu. Sehingga kami yang diberikan kuasa menjalankan ketentuan langkah hukum sesuai prosedurnya,” tegasnya.

Menurutnya, opini yang dikembangkan oleh pemilik akun Restu Adam EF terlalu berlebihan hingga memunculkan reaksi dari warganet dengan tagar #saveAdam. Padahal, pemilik akun Restu Adam dalam kontek penggilan Keplosian itu untuk dimintai keterangan terkait motivasi memposting di akunnya.

“Hanya dimintai keterangan karena dua kali dipanggil tidak pernah dipenuhi oleh Tarpiin (Pemilik akun Restu Adam EF). Kami ingin menetralisir dan meluruskan berita-berita opini dengan data yang lengkap dan komprehensif tidak setengah-setengah sehingga masyarakat tidak tergiring opini yang menuai konflik dan memecah belah,”jelasnya.

Parahnya lagi, kata Ainudin, postingan “Jangan Terlalu Lebay Bupati” membuat publik tergiring sehingga memunculkan opini tidak benar dan tidak objektif. Itu jelas menyimpang dari aspek konteks yuridis dan sosiologis. Seolah pemerintahan Najmul menggunakan kewenangan menindas masyarakatnya, anti kritik, mengintimidasi rakyatnya, menuver politik hingga opini seolah Najmul ingin memenjarakan rakyatnya.

“Saya katakan itu tidak benar. Najmul dalam konteks laporannya hanya ingin mendapat perlindungan hukum serta perwujudan haknya selaku warga negara,” katanya.

Ainuddin menambahkan, ragam tanggapan warganet menimbulkan cacian serta makian bahkan hinaan itu, si pemilik akun Restu Adam EF tidak memprotek berbagai komentar hinaan, ancaman bahkan cacian itu dan melakukan pembiaran.

Baca Juga:

“Yang jelas, bagi kami ada delik sehingga kami memprosesnya. Per tanggal 9 November 2018 kami diberikan kuasa untuk melayangkan laporan ke Polda NTB. Dengan data-data bukti bahwa ada unsur pelanggaran UU ITE disini. Kami akan jalan terus, selama tidak ada niat baik dari pemilik akun Restu Adam EF untuk meminta maaf terkait postingannya itu,” pungkas Ainudin.(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here