9 ASN Pemkab Lombok Tengah Tersandung Korupsi Dipecat
Foto : ilustrasi

LOMBOK TENGAH, KANALNTB.COM – Sebanyak 9 orang ASN mantan koruptur resmi dipecat pada awal Maret 2019. Pemberhentian itupun mengacu pada SK bupati, tentang pemberhentian secara tidak hormat terhadap 9 orang ASN mantan koruptor.

Baca Juga:

“SK itu memang ditandatangani awal Maret, tapi berlakunya terhitung per 31 Desember 2018,” ungkap kepala BKPP Loteng, H Nazili, Senin (11/3) di kantor lama DPRD Loteng.

Dijelaskan Nazili, sebenarnya dari data resmi yang diberikan pemerintah pusat, tercatat ada 10 orang ASN mantan koruptor. Tapi yang satunya itu lebih dulu diberhentikan, karena kasus yang menjeratnya.

“Sejauh ini kita hanya diberikan data 10 orang saja. Artinya, belum ada data lagi yang diberikan pemerintah pusat,” jelasnya.

Tapi ketika disinggung, soal kasus alkes di Dinas Kesehatan yang menjerat 7 ASN. Namun, faktanya hanya 3 orang yang dieksekusi atau dipecat. Sedangkan 4 ASN lainnya berlenggak lenggok di luar.

“Kalau terhadap hal itu kami tidak tahu. Kami hanya diberikan data 10 ASN yang tercatat mantan koruptor oleh pemerintah pusat, dan ini harus ditindaklanjuti,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam hal ini tidak ada permainan. Silahkan dipantau atau diselidiki, apakah ada keterlibatan dari pihak lain, sehingga tidak di prosesn. Namun, untuk diketahui data yang diberikan itu murni dari pemerintah pusat.

“Kalau ada data lain  yang diberikan pemerintah pusat, kami akan tindak sama. Jadi, mari kita tunggu data dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

Jadi, sementara ini nama-nama ASN mantan Koruptor tersebut sudah tidak lagi ditemukan di BKN.Termasuk gajinya pertanggal 1 Januari 2019 juga tidak diberikan lagi alias ditunda sampai adanya keputusanyudisial review yang dilakukan para ASN mantan koruptor ke Mahkamah Konstitusi.

“Intinya, apa yang kami lakukan ini merupakan penekanan dari pemerintah pusat untuk memberhentikan ASN mantan koruptor tersebut,” tungkasnya. (hiz)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here