LOMBOK TENGAH, KANALNTB.COM – Trend Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bermasalah tiap tahun meningkat. Tahun 2018, sebanyak 910 TKI yang dipulangkan. Jika dibandingkan tahun 2017, sebanyak 717 orang.

“Memang tiap tahun TKI bermasalah terus meningkat,” ungkap Plt Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) NTB, Noerman Adhiguna, SE. MBA di dampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Loteng, H Masrun, SH, Selasa (8/1).

Dijelaskan Noerman, peningkatan ini terus terjadi, karena disebabkan tidak ada dokumen resmi yang dimiliki, tersangkut pidana, sosial karena memiliki anak di tempat bekerja, depresi, sakit dan lainnya.

“Kita berharap ada komitmen bersama untuk mengatasi persoalan ini,” kata Noerman.

Artinya, ketika memberangkatkan para TKI harus lebih selektif. Begitu juga, warga harus selektif memilih perusahaan yang akan memberangkatkannya. Selain itu, warga juga harus mengenal budaya, adat, menjaga sikap, prilaku, terampil dan lainnya di negara orang. Sehingga, persoalan tidak terjadi dan menjadi masalah baginya.

“Yang terpenting masyarakat harus jalan melalui prosudural. Jangan percaya iming-iming calo dan perusahaan yang tidak jelas,” katanya.

Kemudian, dari 910 orang yang dipulangkan, hanya 63 orang yang melalui jalur resmi. Begitu juga di tahun 2017 hanya 32 orang yang melalui jalur resmi. Sisanya semuanya ilegal.

“Kalau kita lihat rasionya tiap tahun, yang paling banyak dipulangnya TKI ilegal,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Loteng, H Masrun, SH mengatakan, jumlah TKI asal Loteng yang berangkat tahun ini sebanyak 10.243 orang. Itu pun ada yang ke Malaysia, Saudi Arabia, Korea dan lainnya.

“Memang kita tidak bisa pungkiri, kebanyakan TKI kita yang berangkat melalui jalur ilegal. Malah yang paling banyak bermasalah mereka,” terangnya.

Hal ini dikarenakan, kurangnya memahami budaya, adat, sikap, prilaku dan lainnya di negara orang. Untuk itulah, ia menghimbau kepada perusahaan agar memberikan pembinaan dan membekali mereka dengan sebaik-baiknya. Begitu pula, para TKI ketika diberikan pembinaan agar serius. Terpenting, jaga sikap, prilaku dan bahasa. Sehingga tidak mendapatkan masalah.

“Terpenting lagi, silahkan masyarakat berangkat melalui jalur prosudural. Sehingga bisa mendapatkan perlindungan di tempat kerjanya,” pungkasnya. (Hiz)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here