MATARAM, KANALNTB.COM – Politikus PPP TGH Hazmi Hamzar mempertanyakan kembali sikap Pemerintah Daerah (Pemda) terkait percepatan pembangunan rumah bagi korban gempa. Anggota komisi II DPRD Provinsi NTB tersebut menganggap pemprov lelet.

Rumah Deky Zulkarnain yang rusak parah terkena gempa 7,0 SR yang memporakporandakan kabupaten Lombok Utara. (Foto: kanalntb.com/dex)

“Padahal semua syarat yang diminta pemerintah sudah dipenuhi masyarakat. Disuruh buat rekening, sudah. Buat Pokmas, sudah. Kemudian disuruh buat ini-itu lagi, sudah juga. Apalagi mau gimana lagi?” cetusnya heran akan sikap pemprov, Senin (14/1).

TGH Hazmi mempertanyakan kenapa warga korban gempa harus dibuat ribet. Masyarakat biarkan dipercaya terkait penggunaan dana yang akan dibuat untuk membuat rumah tersebut.

“Percayakan masyarakat, pasti mereka akan bangun. Kalau mereka gak bangun, masak mereka mau sia-siakan diri mereka dan keluarganya (tidak memiliki rumah.red),” heran Hazmi.

Silahkan Polda telisik!”

Hazmi menilai pemerintah terlalu banyak alasan. Alasan tukang, alasan aplikator, alasan dan lainnya. Padahal. Menurutnya, masyarakat khususnya warga Lombok sudah terbiasa hidup bergotong royong.

“Masyarakat sudah bertanya, mana sebenarnya dana itu. Kalau memang ada designnnya, berikan mereka. Kami bisa kerjakan sendiri,” tiru Hazmi.

Jangan sampai, lanjut Hazmi, kepercayaan masyarakat mengikis. Karena masyarakat korban gempa sudah menyedihkan.

“Jangan sampai masyarakat hilang kepercayaan terhadap pemerintah daerahnya sendiri. Masalah bagaimana progres pembangunan itu kan kita bisa kontrol,” tegasnya.

Selain itu, Hazmi meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) menyelidiki dan memonitor aliran dana stimulan yang sudah masuk ke daerah.

“Silahkan Polda telisik!” demikian kata Hazmi. (Dex)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here