LOMBOK TENGAH, KANALNTB.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah meminta para pemangku adat, budayawan dan lainnya agar memutuskan tanggal puncak Bau Nyale tidak terjadi dualisme pendapat.

“Jangan sampai terulang lagi kejadian tahun lalu, ada dualisme pendapat,” kata Sekda Loteng, HM Nursiah dalam rapat persiapan festival peseno Bau Nyale di ruang rapat Tastura Utama kantor bupati Loteng bersama Kepala dinas Pariwisata NTB, L Moh. Faozal, Rabu (9/1).

Kemudian, jika ada perselisihan pendapat, pandangan dan bahasa, agar bisa diselesaikan di dalam musyawarah atau Sangkep Warige. Sehingga, tidak ada lagi perbedaan pendapat dalam penetapan puncak Bau Nyale.

“Tahun ini pun kami minta tidak hanya para pemangku adat, budayawan saja dilibatkan. Tapi undang semua tokoh masyarakat lainnya, tokoh pemuda, stakeholder yang ada di wilayah Pujut. Bila perlu undang dari akademisi dari Unram,” tegasnya.

Sementara, Kadis Budpar Loteng, HL Muh Putria mengatakan, apa yang menjadi kekurangan di tahun lalu, khususnya dalam sangkep warige pihaknya akan memperbaikinya.

“Besok (hari ini.red) kami akan gelar Sangkep Warige. Kami pun akan undang semua pemangku adat, budayawan, tokoh masyarakat lainnya, tokoh pemuda baik yang ada di pujut dan lainnya,” terangnya.

Untuk itu, ia berkomitmen tahun ini tidak akan ada dualisme pendapat dalam penetapan puncak Bau Nyale. Apalagi, mengingat Bau Nyale bukan murni tradisi masyarakat Loteng bagian selatan saja, tapi masyarakat Loteng secara umum, sehingga semua pemuka adat dari berbagai penjuru Loteng akan hadir.

“Untuk pelaksanaan Sangkep Wariga akan dilaksanakan di Ende, Pujut,” katanya.

Ia menjelaskan, Sangkep Warige penentuan puncak perayaan Bau Nyale memang tidak bisa sembarang. Itu pun dilakukan melalui proses pembahasan cukup panjang guna menghasilkan waktu pelaksanaan yang benar-benar tepat.

“Jadi ada hitung-hitungan sendiri dalam menentukan kapan Bau Nyale digelar,” tegasnya.

Dalam melakukan perhitungan, banyak faktor yang menjadi dasar penentuan. Di antaranya, tanda-tanda alam dan hitungan bintang. Inilah yang kemudian membedakan Bau Nyale dengan event-event lainnya.

“Bau Nyale biasanya digelar setiap tanggal 20 bulan 10 sesuai penanggalan Sasak. Inilah yang akan dihitung nantinya,” pungkasnya. (Hiz)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here