LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Sepuluh tahun menjadi wakil rakyat DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum cukup bagi seorang Adrianto melihat ada kemajuan pesat pada daerahnya. Oleh sebab itu, legislator senior sekaligus putra asli daerah Gumi Dayen Gunung itu bertekat nyaleg lagi untuk ketiga kalinya. Semata diniatkan berkiprah lebih demi kemajuan kampung halamanya.

“Yang jelas alasan saya nyalon lagi sebagai caleg DPRD KLU karena ingin berkiprah lebih untuk kemajuan Lombok Utara, karena memang selama sepuluh tahun ini, apalagi pasca gempa masih banyak persoalan kita di daerah. intinya sih itu,” ungkap Ardianto SH pada KanalNTB.com, Senin (14/1).

Menurutnya, sebelum gempa saja, masih banyak ketertinggalan KLU dibandingkan daerah-daerah lain. Lebih-lebih setelah terjadi gempa.

Di KLU ini kata dia, bukan hanya akan memulai pembangunan dari nol lagi tapi bahkan dari minus. Oleh karena itu, daerah ini masih banyak membutuhkan SDM dan pemikiran-pemikran untuk membantu Pemda berpikir keras membangun kembali Lombok Utara.

“Maka, kemampuan, pemikiran-pemikiran dan kiprah positif itu tidak bisa kita sepenuhnya salurkan dan terapkan jika tidak berada di sebuah lembaga. Maka dilembaga inilah kita terus memacu diri, memotiflvasi diri untuk terus belajar, belajar dan belajar untuk berbuat lebih baik untuk KLU,” ujarnya.

Mengawali kiprah organisai politik sejak masih muda dan terjun di dunia politik praktis sejak tahun 2009 membuatnya optimis akan memberikan pemikiran positif bagi kemajuan KLU.

“Di dewan saya sudah dua periode, berarti sudah 10 tahun. kalau seandainya terpilih lagi dan dipercaya oleh Alloh dan masyarakat ya jadinya 15 tahun. Kita ingin di 15 tahun ini akan kita isi dengan pemikiran-pemikiran postif. Dengan kreatifitas yang baik sehingga kedepan ada sejarah yang kita tinggalkan untuk KLU dan anak cucu kita,” ujarnya.

Ditanya sebagai politisi senior KLU kenapa tidak nyaleg dan berkiprah di tingkat provinsi saja ? ia menjawab, berbicara senior tidak juga, pihaknya merasa belum memiliki kemampuan yang lebih untuk itu (Nyaleg di Provinsi.red), pihaknya merasa daerah ini masih membutuhkan pemikiran-pemikiran positif untuk mendorong kemajuan daerah sehingga nyaleg di daerah ini cukup.

“Saya juga bukan tipe orang yang mengejar materi berlebih, jadi cukup disini saja,” ujar pria yang dikenal tegas baik di kalangan Legislatif maupun eksekutif ini.

Lebih lanjut Politisi Partai Hanura itu menuturkan, membangun suatu daerah tidak cukup hanya ingin jadi DPR saja. Karena jika sekedar ingin jadi ya asal punya uang, teriak-teriak dan bohong sedikit bisa jadi. Tapi kita harus berpikir bagaimana menguatkan tekad maju di DPR itu agar betul-betul bersemangat untuk mendorong aspirasi masyarakat.

“Sudah saatnya kita memberi satu pelajaran, ilmu kepada masyarakat bahwa peran DPR itu apa ? karena peran DPR itu adalah hal yang sulit diketahui dan sulit untuk di nilai oleh orang yang tidak paham. Jadi harus kita berikan pemahaman kepada masyarakat pungsi pengawasan itu apa? Bbisa langsung dilakukan melalui rapat-rapat tertulis. Bisa juga melalui kritikan, saran dan lain-lain. Bicara di media itu juga bukan masalah seneng ngomong, tidak. Itu tidak semua orang bisa karena itu merupakan pungsi pengawasan, memang kita dibayar untuk ngomong kok. beda dengan eksekutif mudah dinilai, kelihatan tumpukannya, lihat saja dari regulasi APBD-nya berapa apakah pro rakyat atau tidak,” tandas ketua Komisi I DPRD KLU ini.(Eza)

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here