MATARAM, KANALNTB.COM – Gaung percepatan pembangunan rumah untuk korban gempa terus menyisakan keruwetan. Kendala demi kendala terus bermunculan.

Mulai dari pencairan dana, kemudian fasilitator, aplikator, bahan bangunan dan tukang. Kendala-kendala itu masih dicari formula yang tepat.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Ir. IGB. Sugihartha, MT menyatakan terkait fasilitator dalam waktu dekat akan ditambah. Yakni 700 orang dari PUPR. Sementara dari catatan fasilitator dari PUPR sejumlah 803 petugas. 1000 orang dari provinsi. Kemudian 500 dari personil TNI.

“TNI bukan fasilitator sebenarnya, tapi bisa juga berfungsi sebagai fasilitator. Khususnya dari Babinsa,” ujarnya.

Sementara itu terkait batas waktu pembangunan, Sugihartha menjelaskan bahwa dari ketentuan-ketentual awal berharap pada Maret rehabilitasi dan rekonstruksi bisa terselesaikan. Namun dengan begitu banyaknya jumlahnya rumah rusak nampaknya sulit diselesaikan Maret nanti. Namun, sambungnya, upaya-upaya terus ditingkatkan percepatan untuk penyelesaian.

Menyambung penjelasannya, Sugihartha mengklaim rumah yang sudah terbangun dan siap dihuni itu memang belum banyak, baru sekitar 120 rumah.

“Nah, tapi harus dipahami yang sudah berproses sudah hampir empat ribu saat ini, yang hampir empat ribu ini tahapan-tahapannya ada yang baru melaksanakan dan sudah selesai,” jelasnya.

Karena pokmas sendir, imbuhnya, yang sudah membentuk ini sudah cukup banyak. Pokmas yang sudah berkegiatan di lapangan sudah sekitar 490 pokmas. Dari jumlah itu kalau rata-rata 15 KK sudah ada 7 ribuan KK yang sudah bisa melaksanakan kegiatan di lapangan. Namun tentunya tidak semudah apa yang kita bayangkan, kan harus cari tukang, siapkan bahan-bahan, ini juga punya proses cukup panjang sehingga membutuhkan waktu

“Kalau saya berhitung berapa yang sudah laksanakan pembangunan di lapangan itu sekira tujuh ribuan itu, mereka masih banyak yang lakukan persiapan juga karena gak mudah misal cari tukang. Ini membangun rumah harus tukang. Tukang kita di NTB memang masih terbatas. Sudah ada arahan dan surat dari gubernur Jatim untuk bantu NTB baik dari pasokan bahan bangunan dan tenaga kerja pertukangan. Ini tentunya kita dalam meminta bantuan ke luar NTB kita juga lihat kebutuhan warga, agar kita tahu butuh tukang sekian dan lain-lain, baru meminta kebutuhan itu,”

Ia berharap, sepanjang warga bisa memberdayakan tukang-tukang yang ada di NTB itu lebih baik.

“Kita bisa bayangkan membangun rumah itu tipe 36, satu rumah saja kalau tukang cuma dua berapa lama? kan lama. apalagi tukang bukan yang ahli. Tentunya warga ketika melihat gerakan pembangunan saya kira ada ketenganan dalam mereka kedepan gak jadi persoalan. Percepatan pembentukan pokmas ini sangat tergantung dari fasilitataor pendamping sehinga harus kita kebut,” jelasnya panjang lebar. (Dex)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here