LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Setelah sukses melakukan peletakan batu pertama sebanyak 111 unit pembangunan hunian tetap (Huntap) jenis rumah instan kayu (Rika) di Dusun Gol Desa Medana Kecamatan Tanjung belum lama ini. Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH, kembali menginisiasi kegiatan serupa di Desa Persiapan Rempek Babussalam, Kecamatan Gangga, Sabtu (13/1).

Kali ini didampingi sejumlah pihak antara lain, Camat Gangga Ahmad Suhadi, S.Sos, Ketua Tim Pendampingan dari Dinas PUPR, Dian R. Lantas Ketua DPC Demokrat KLU itu melakukan peletakan batu pertama pada 215 pembangunan Rumah Instan Konvensional (RIKO). Ketua Tim Pendampingan dari PUPR Dian R menjelaskan, kegiatan peletakan batu pertama di Dusun Rempek ini dananya berasal dari bantuan stimulan dari pemerintah pusat, dimana, pada pembangunan kali ini terdapat kisaran 246 KK masyarakat yang sudah terisi rekening. Namun baru sekitar 215 KK yang bisa dibangunkan rumahnya.

“Awalnya masyarakat banyak yang menolak RIKO, karena belum mengetahui seperti apa penjelasannya. Seiring berjalannya waktu, akhirnya masyarakat menginginkan dibangun rumahnya jenis ini,” jelas Dian.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH, menuturkan, peletakan batu pertama kali ini sebagai pertanda dimulainya pembangunan rumah instan konvensional (RIKO) bagi masyarakat yang berada di Dusun Rempek Gangga. “Kita ingin memastikan bahwa tidak ada proses yang tidak bisa dilalui. Selama ini, kawan-kawan pendamping adalah bagian dari upaya proses percepatan dalam membantu masyarakat,” tutur Najmul.

Najmul menegaskan, Pokmas dalam hal ini sejatinya diadakan untuk menyederhanakan persoalan yang ada. Reaksi cepat dan tanggap dari kecamatan dan jajarannya adalah merupakan bagian dan upaya dari proses percepatan tersebut. “Kalau tidak semua bergerak, tidak akan terjadi percepatan ini. Dengan semangat percepatan mudah-mudahan kita dapat mencapai laju pembangunan yang sedang kita lakukan,” katanya.

Rangakaian percepatan tersebut, lanjut Najmul harus dimulai dari mempermudah proses birokrasi yang ada. Secara berjenjang dapat dimulai dari tingkat kepala dusun (kadus), kepala desa, sampai kepala dinas. “Kalau memang masyarakat bisa kita mudahkan, mengapa harus kita persulit,” selorohnya.(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here