LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Salah seorang warga Santong Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) berinisial SH (49) terpaksa harus berurusan dengan polisi. Pria kelahiran Karang Medain Mataram itu diduga melakukan Ilegal loging (Pembalakan liar) di area hutan produksi terbatas. Yakni di hutan Pondokan Dusun Senjajak, Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga, Kamis (10/1) sekitar pukul 14.36 Wita.

Kasat Reskrim Polres Lombok Utara (Lotara) AKP
l Kadek Matria saat dikonfirmasi wartawan, minggu (13/1) membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan, Sat Reskrim Polres Lotara telah berhasil mengamankan seseorang yang diduga telah melakukan penebangan kayu hutan, Jenis sentul di kawasan Hutan Produksi Terbatas. Saat ini pelaku dan barang bukti (BB) sudah diamankan di Mako Polres Lotara.

“Barang bukti yang kami amankan berupa satu unit mesin Chainsaw warna orange merk stihl 070. Satu buah meteran atau alat ukur warna hitam dan orange dan satu botol oli bekas merk castrol dan tempat penyimpanan tali,” ungkapnya.

Matria menjelaskan, kronologis penangkapan terduga pelaku berawal sekira pukul 16.00 wita, pada saat itu pelapor bersama dengan rekannya sedang melakukan patroli rutin di Area Hutan Produksi tersebut.

Kemudian lanjutnya, sekitar pukul 14.36 wita pelapor bersama dengan petugas lainnya menemukan terlapor sedang mengukur kayu yang baru saja habis ditebangnya yaitu berupa Kayu sentul sebanyak 10 batang dengan ukuran panjang 3 meter dan tebal 10X10 cm. setelah menemukan pelaku, tanpa pikir panjang pelapor dan petugas mengamankan pelaku beserta barang bukti dan membawanya menuju Polres Lombok Utara.

“Pelaku terancam dikenakan pasal 12 huruf C jo pasal 82 ayat (1) huruf C dan atau pasal 12 huruf F jo pasal 84 ayat 1 Undang-undang Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan hutan dengan ancaman hukuman paling singkat satu tahun dan paling lima tahun serta pidana denda paling sedikit
Rp 250 juta dan paling banyak Rp 5 miliar,” jelasnya.

Atas kejadian ini, pihaknya mengimbau kepada warga agar tidak melakukan penebangan kayu dihutan. Karena petugas gabungan dari KPH dan kepolisian akan trus melakukan patroli dan apabila ditemukan tindakan pembalakan liar maka petugas akan melakukan tindakan tegas bahkan sampai proses hukum.(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
1
100%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here