LOMBOK TIMUR, KANALNTB.COM – Dalam rangka mempercepat Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim) tahun 2019, Pemerintah Daerah menggelar Rakor di 21 Kecamatan Se Lotim, yang dibagi dalam 4 titik.

Rakor pertama, diawali dari Kecamatan Terara, sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan Aset Jaringan Pipa Air Baku Trengwilis, bertempat di aula Kantor Camat Terara.
Rakor, dihadiri langsung Bupati Lotim, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, Forkopimcam, Kepala Desa se-Kecamatan Terara dan tamu undangan lainnya.

Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy, dalam arahannya menyampaikan ucapan terimakasih, pada Camat dan seluruh jajarannya,  yang telah menyediakan tempat untuk kegiatan rakor.

Rakor ini, dijelaskannya membahas 2 (dua) agenda yang harus diselesaikan, yaitu pengembalian fungsi penanganan mata air,  yang telah di fasilitasi oleh BWS, sehingga dapat dimanfaatkan kembali untuk masyarakat, dan Program yang akan dilaksanakan untuk Kecamatan Terara.

“Rakor ini dibagi menjadi  4 titik yaitu Masbagik,  Sakra,  Pringgabaya dan Labuan Haji. Maksudnya, bentuk transparansi Pemerintah Daerah dengan masyarakat,” jelasnya.

Untuk itu diminta kepada 4 komponen yaitu BWS, Pimpinan Wilayah, PDAM dan LKSM (Tirta Bersama), untuk bekerjasama dengan baik, agar masyarakat sesegera mungkin dapat memanfaatkan air tersebut. Cepat atau lamban, tergantung 4 komponen tersebut.

“Untuk itu dibutuhkan kerjasama yang baik,” tandasnya.

Dalam pemanfaatan pengelolaan jaringan air ungkap Sukiman,  ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yang pertama, Wilayah mata air yang dilewati  oleh jaringan pipa mata air Trengwilis , harus dimanfaatkan dulu oleh desa-desa disekitarnya. Itu merupakan Prioritas pertama. Selanjutnya yang kedua, Daerah yang dilayani LKSM mendapatkan prioritas kedua setelah prioritas pertama.
Dan untuk masalah ini tegas Bupati, memberikan penekanan waktu 1 bulan harus tuntas, seperti 3 sasaran yang harus diselesaikan yaitu, Jalan mulus sepanjang jalan, Air mengalir sepanjang tahun dan Listrik menyala sepanjang hari.

Semoga apa yang kita hajati bersama dapat terselesaikan dengan baik sesuai kesepakatan bersama demi terwujudnya masyarakat Lombok Timur yang sejahtera.
Penyampaian histori pemanfaatan mata air Terengwilis yang disampaikan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lombok Timur, Toni Satrya Wibawa, SP mengatakan, mata air Trengwilis yang terletak di wilayah kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani Kecamatan Montong Gading, dengan memiliki debit mata air kurang lebih 319 liter / detik, apapun yang dimanfaatkan sesuai dengan hasil perencanaan hanya 100 liter / detik.

Sesuai DED (Detail Enginering Desain) Pembangunan jaringan pipa Air Baku Treng Wilis beremis pipa HDPE dengan panjang pipa kurang lebih 40 km yang direncanakan untuk melayani beberapa Kecamatan di wilayah Selatan daerah ini, yang mengalami kekurangan air bersih diantaranya Kecamatan Montong gading, Terara, Sikur, Sakra, Sakra Barat, Sakra Timur, Keruak dan Jerowaru.

Pembangunan jaringan Pipa Air Baku Trengwilis dilaksanakan pada TA. 2010 melalui Anggaran Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I.

Pemda juga mengalokasikan anggaran untuk jaringan pipa distribusi sebagai activity sharing mulai tahun 2010 sampai dengan 2013, yang salah satu kegiatannya terletak di beberapa Desa di Kecamatan Terara dan Montong Gading. Jaringan pipa air Baku Trengwilis dimanfaatkan oleh LKSM “Tirta Bersama” untuk melayani kebutuhan air bersih dibeberapa Desa Kecamatan Terara.

Maksud dan Tujuan permohonan penyerahan asset Balai Wilayah Sungai NTB I Jaringan Pipa Air Baku Trengwilis yang saat ini masih dikelola oleh LKSM “Tirta Bersama” ke Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, ungkap Toni adalah untuk meningkatkan kualitas layanan ke masyarakat dan meningkatkan kualitas layanan dengan menambah Jumlah debit air dengan memanfaatkan sumber mata air pesisok, gegek likok yang sudah menjadi asset Pemda Lotim, dan rencana pembelian mata air Gegek.

Kepala Balai Wilayah Sungai yang diwakili Kabid Sarana Teknik Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BWS NT I), Saprudin juga menjelaskan, bahwa pembangunan perpipaan Trengwilis ini terkoneksi dengan pembangunan jaringan pipa Dam Pandanduri. Pembangunannya dimulai pada tahun 2010 yang terkoneksikan dengan jaringan titik tete Batu, dengan panjang pipa 23 km dengan biaya sebesar Rp. 35 Milyar dan pada tahun 2011 dikucurkan kembali Dana kurang lebih Rp. 21 Milyar.

Sementara jaringan yang terpakai saat ini mulai dari titik pengambilan Trengwilis 1,5 km rusak, ada yang diambil dari desa Priyan atau mata air terair-air.

Dijelaskan juga dalam perjalanan pemanfaatan air ini dikuasai oleh LKSM, yang pada saat itu ada 11 desa yang memajukan proposal untuk suplai air dari mata air terair-air. Pada tahun 2011 dibangun titik dari tete batu untuk menambah suplai debit air dari mata air priyan, sehingga tidak bisa dialirkan ke wilayah selatan, karena dimanfaatkan oleh LKSM.

Selanjutnya Pemaparan rencana Pembangunan Kecamatan Terara tahun 2019 oleh Kepala Bappeda Lombok Timur, Ir. Ahmad Dewanto Hadi menyampaikan bahwa Alokasi infrastruktur tahun 2019-2021 yaitu APBD Non DAK sebesar Rp 300.000.000.000 dengan Porkir sebesar Rp 66.500.000.000 sementara DAK Fisik 2019 sebesar Rp 294.164.762.000.

Sementara itu dijelaskan, untuk Kecamatan Terara sendiri infrastruktur jalan sebesar Rp 25.298.000.000, infrastruktur air minum untuk pembebasan lahan mata air Desa rarang sebesar Rp 1.000.000.000, Irigasi Pembangunan suplesi DAS Kali Gading, Meronggek, Tojang sebesar Rp 15.000.000, dan rehab Embung Kandong sebesar Rp 1.155.000.000.

Untuk infrastruktur Kesehatan yaitu penyediaan peralatan UKM Puskesmas Rarang dan cetakan jamban Puskesmas Rarang dan Terara sebesar Rp 100.000.000, rehab Pustu Rarang Selatan sebesar Rp 190.000.000, dan JKN Non Kapasitas Puskesmas Terara, Puskesmas Rarang, JKN masyarakat Miskin diluar BPJS (32 Puskesmas dan jaringannya) sebesar Rp 4.015.700.000.

Selanjutnya untuk Pertanian, rehab Kantor BPP Terara sebesar Rp. 200.000.000,- dan Pembangunan JITUT 3 lokasi sebesar Rp. 535.000.000.

Untuk perumahan permukiman, RTLH (APBD Provinsi) untuk Suradadi, Rarang, Sukadana, Rarang Tengah sebanyak 80 unit sebesar Rp 45.000.000. Dan untuk IPAL Kombinasi MCK layanan 25 KK Desa Santong sebesar Rp 400.000.000, BSPS (APBN) Rarang Batas, Rarang Selatan untuk 50 unit sebesar Rp 750.000.000, sementara untuk jalan poros : DAK Afirmasi, desa Embung Kandong sepanjang 2 Km sebesar Rp. 1.340.000.000. Dengan total keseluruhan Rp 48.618.000.000. (dex)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
1
100%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here