MATARAM, KANALNTB.COM
Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah (Rohmi) menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Semester II Tahun Anggaran (TA) 2018 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Kepala BPK Perwakilan Provinsi NTB Heri Purwanto menyerahkan langsung LHP tersebut kepada Rohmi di Kantor BPK Perwakilan Provinsi NTB, Jl. Udayana No.22, Karang Baru, Selaparang, Kota Mataram, Rabu (12/12).

Beberapa item pemeriksaan yang telah dilakukan oleh BPK, yaitu terkait belanja Semester II TA 2018. Menurut hasil pemeriksaan BPK, Heri Purwanto mengatakan ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian, terkait dengan belanja modal, infrastruktur desa dan alokasi dana desa di beberapa tempat.

“Jadi bila dibaca nanti didalamnya itu terdapat simpulan, temuan dan rekomendasi serta beberapa hal yang terkait dengan belanja modal dan dana desa, seperti adanya beberapa kemahalan harga dalam pengadaan barang dan jasa, kurangnya volume pekerjaan, atau keterlambatan penyelesaian pekerjaan, lalu adanya pengelolaan dana desa yang belum sesuai dengan ketentuan, terkait penyetoran pajak, alokasi keuangan, serta sedikit terkait penggunaan untuk kepentingan bukan desa,” ujar Heri.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Rohmi mengajak kepada Bupati Walikota se-Nusa Tenggara Barat yang hadir, untuk meyakinkan seluruh kepala desa di wilayahnya agar tertib terhadap laporan hasil pemeriksaan mengenai dana desa yang diserahkan BPK.

“Mari kita yakinkan Kepala-kepala Desa kita, agar semua memahami tentang bagaimana menggunakan anggaran dan mempertanggungjawabkan anggaran dengan sebaik-baiknya, sehingga laporan keuangan dan penggunaan keuangan kita jauh lebih baik lagi di masa- masa yang akan datang,” kata Rohmi.

Selain itu, Rohmi juga optimis Laporan Hasil Pemeriksaan BPK terhadap laporan keuangan Pemprov NTB TA 2019 kembali meraih Opini WTP dari BPK.

“Provinsi Nusa Tenggara Barat ini adalah salah satu dari tidak banyak provinsi, di mana baik provinsi maupun kabupaten kotanya semuanya memiliki predikat wajar tanpa pengecualian, tentunya tahun 2019 ini menjadi PR besar bagi kita, yang namanya sudah bagus predikatnya sudah WTP berarti ke depan WTP-nya harus lebih berkualitas gak boleh turun karena kalau turun merugilah kita,” kata Rohmi. (Pur)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here