LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Sebanyak 1160 Pengusaha yang bergelut dibidang pariwisata meminta kepada Pemda Lombok Utara agar dibebaskan dari pajak. Hal itu menyusul bencana alam gempa bumi berkekuatan 7,0 SR yang mengguncang daerah tersebut sangat berdampak signifikan bagi perkembangan pariwisata di daerah.

“Seluruh pengusaha hotel di KLU memang minta kemarin untuk dibebaskan pajaknya. Mereka menyampaikan itu lewat Villa Ombak yang mewakili asosiasi seluruh hotel. Untuk tanggapi itu kita juga sudah bersurat ke pusat,”ungkap Kepala Bidang Pendapatan Bapenda KLU Arifin kepada wartawan, Senin (10/12).

Dikatakannya, berdasarkan hasil diskusi dengan pihak BPKP dan Inspektorat kemarin, pihaknya tidak bisa melakukan penghapusan pajak sesuai permintaan para pengusaha ini, sebab dalam peraturan tidak ada yang mengatur untuk pembebasan itu.

“Ini tidak bisa dilakukan, karena tidak ada peraturan yang mengatur itu, kecuali yang bisa itu apabila perusahaan tersebut kolep dan tidak ditemukan lagi,”katanya.

Dalam persoalan ini lanjut Arifin pemda KLU bukan tanpa solusi, maka dari itu, pihaknya memberikan opsi lain dengan memberikan keringanan berupa penghapusan denda selama periode bulan Juli hingga Desember.

“Kalau pembebasan pajak tetap tidak bisa, tapi Kita berikan penundaan pembayaran dan pembayaran secara cicil, selain itu kita di pemda juga sudah membebaskan denda untuk para pengusaha ini,”tandasnya.

Lebih lanjut Arifin mengungkapkan, untuk pendapatan asli daerah hingga triwulan III ini, pihaknya mengklaim sudah mencapai 80 persen dari target 185 miliar.

“Memang akibat gempa ini terjadi penurunan dari segi pendapatan, tapi kita akan tetap berusaha agar capaian PAD kita mencapai 90 persen,”pungkasnya.(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here