LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Pasca gempa yang mengguncang Kabupaten Lombok Utara (KLU) Tim Opsonal Reserse Narkoba Polres Lombok Utara (Lotara) terus menggelar giat guna mengamankan wilayah hukumnya dari peredaran Narkotika, terbukti, dalam oprasi antik yang digelar pada kurun waktu satu bulan terakhir pasca bencana tim berhasil mengamankan 10 orang pelaku pengedar barang haram tersebut.

“Dalam kurun waktu akhir oktober sampai dengan hari ini tim berhasil mengamankan 10 pelaku pengedar diantaranya EP alias Edo (27), RN als Bokah (27), TH (25), RK (31), A (31), M (43), Din (26), DR (32) ,”ungkap Kapolres Lotara AKBP Herman Suriyono saat menggelar jumpa pers di Mako Polres sementara, Selasa (4/12).

Dikatakannya, dari 10 orang pelaku yang berhasil diamankan, delapan diantaranya berjenis kelamin laki-laki dan sisanya perempuan. Selain itu, dari semua pelaku beberapa diantaranya merupaka residivis dengan kasus yang sama.

“Sepuluh pelaku ini diamankan di delapan TKP berbeda, TKP yang paling banyak itu di gili, kecamatan pemenang,”katanya.

“Dari tangan semua pelaku tim berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa narkotika jenis sabu seberat 3,88 gram, ganja 316 gram, ekstasi 4 butir dan uang tunai sebesar Rp 250 ribu,”imbuhnya.

Herman menambahkan, penangkapan dan pengungkapan terhadap kasus narkoba di wilayah hukum lombok utara ini merupakan upaya dari Polres Lotara menuju target KLU Zero narkoba.

Saat ini juga lanjutnya, pihaknya melalui Sat Res Narkoba sedang terus mendalami kasus ini, dari mana barang ini berasal soalnya dirinya mensinyalir adanya keterlibatan big bos didalamnya.

“Saat ini kita sedang ada big bos yang sedang kita dalami. Dari pasal yang dikenakan para pelaku ini akan diganjar pasal 112 , 111, 127 dengan minimal hukuman 4 dan maksimal 12 tahun penjara,”pungkasnya.(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here