LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Gempa bumi yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menyisakan trauma yang cukup mendalam bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten lombok utara (KLU) yang menjadi salah satu daerah dengan tingkat kerusakan terparah yakni mencapai 85 persen.

Meski bantuan dari berbagai pihak untuk Lombok Utara sejak fase tanggap darurat dan transisi terus mengalir, Namun kebutuhan untuk pengungsi masih sangat banyak. Oleh sebab itu, peran dunia usaha melalui program CSR sangat diperlukan untuk membantu memberikan kontribusi nyata guna meringankan beban perempuan dan anak. CSR pula diharapkan dapat membantu proses recorvery Lombok pascabencana.

Menyikapi hal itu Kementrian PPPA membuka ruang diskusi bagi dunia usaha dengan masyarakat pengungsi untuk saling bertukar pikiran untuk pemulihan trauma perempuan dan anak pasca gempa.

“Dalam rangka membantu pemulihan atas bencana yang terjadi, Kemen PPPA bekerjasama dengan Lembaga Profesi dan Dunia Usaha, Partisipasi Publik untuk Urusan Perempuan dan Anak (PUSPA), menyelenggarakan kegiatan Lombok Bangkit. Saya yakin dengan terlibatnya banyak pihak akan mempercepat pemulihan Lombok,”ungkap Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat, Indra Gunawan saat membuka acara lombok bangkit di lapangan tiuq tata tunaq Tanjung lombok utara, Jumat (7/12).

Menurutnya, dalam kondisi bencana, perempuan dan anak merupakan kelompok paling rentan jadi korban pun pada kondisi pasca bencana. Oleh karena itu sinergitas ini diharapkan dapat terus berkesinambungan agar membantu upaya pemulihan dengan memprioritaskan pada kelompok yang rentan ini.

“Perempuan dan anak merupakan kelompok yang rentan terkena dampak dari segi fisikologis, oleh sebab itu mereka harus diberikan perhatian khusus,”ujarnya.

Indra menuturkan, dengan terselenggaranya kegiatan Lombok Bangkit ini, semoga dapat menjadi dasar membangun sinergi lintas sektoral antara lembaga masyarakat, pemerintah, termasuk pula sinergi bersama lembaga profesi dan dunia usaha. Mengintegrasikan dukungan psikososial bagi pengungsi, pemberian layanan kesehatan, sosial, dan peningkatan dukungan ketangguhan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

“Dukungan dan apresiasi juga diberikan oleh Bupati KLU atas bantuan kesekian kali dari Kemen PPPA. Pemerintah pun sangat mengedepankan pelayanan bagi perempuan dan anak. Terlebih dalam kondisi pasca bencana,”katanya.

Sementara itu Bupati KLU Drs H Najmul Akhyar SH,MH, mengungkapkan, di KLU perempuan dan anak sangat diperhatikan. Pelayanan ibu hamil misalnya, jadi salah satu fokus utama pemerintah. Berkaitan dengan perlindungan anak, akta kelahiran sangatlah diutamakan.

“Malam ini dilahirkan, besok paginya akta kelahiran harus sudah diberikan. Bahkan dalam kondisi pasca bencana gempa tidak boleh ada kebijakan yang berhenti gara-gara gempa, bahkan saya yang turun langsung memberikan akta kelahiran ke rumah-rumah maupun posko pengungsian,” tandas Najmul Akhyar.

Pantauan KanalNTB.com di lokasi, Kegiatan lombok bangkit kementrian PPPA RI diisi dengan berbagai acara diantaranya layanan dan konseling oleh lembaga profesi, mini workshop, pameran atau gelar dagang UMKM, konser amal, sinergy matching (support dunia usaha-Kemen PPPA, hingga perlombaan anak.

Disamping itu, dalam kegiatan itu melibatkan berbagai pihak anatara lain Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Dokter Keluarga Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia, Junior Doctor Network Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Ahli Gizi Indonesia, Asosiasi Dosen Indonesia, Persatuan Guru Republik Indonesia, Federasi Guru Independen Indonesia, Ikatan Konselor Indonesia, Ikatan Notaris Indonesia, Perhimpunan Advokat Indonesia, Forum Komunikasi Nasional PUSPA. (Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here