MATARAM, KANALNTB.COM – Anggota DPRD NTB TGH Hazmi Hamzar meminta Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah menjamin Mahasiswa yang akan bersekolah di luar Negeri nantinya tidak terpengaruh paham komunis.

Dia mengingatkan jangan sampai warga NTB marah jika negara tempat belajar mahasiswa NTB tidak mendapatkan kebebasan dalam melaksanakan ibadah. “Kita tidak ingin lagi ada mahasiswa Indonesia ada yang belajar ke negara berpaham komunis, kemudian baliknya jadi cikal bakal komunis. Seperti Mahasiswa Indonesian dulu yang belajar ke Uni Soviet kembalinya ke tanah air membuat Partai Komunis,” ungkapnya, Rabu (5/12).

Karena alasan ini Hazmi Hamzar  meminta gubernur mempertimbangkan kembali keinginan mengirim mahasiswa ke negara yang menganut paham komunis. “Kirimlah Mahasiswa itu ke Negara yang melaksanakan kegiatan ibadahnya bebas. Seperti Francis, Italia, Roma yang disana kegiatan keagamaan tidak dilarang,” tegasnya.

Dia menilai Gubernur NTB sudah lama tinggal di Luar Negeri tentu tahu negara mana saja yang bagus untuk dijadikan lokasi belajar yang Agama disana diakui. “Gubernur harusnya sadar dibalik kemudahan bersekolah ke luar negeri bisa jadi ada misi terselubung,” tegasnya.

Hazmi juga menganggap kemudahan yang diberikan oleh pihak ketiga, bisa menjadi masuknya pihak luar karena ada maksud lain.

Untuk diketahui bahwa Pemprov NTB memang berencana mengirim 1000 mahasiswa setiap tahun ke Luar Negeri
menggunakan biaya dari pihak ketiga.
Salah satunya ke Negara Polandia dengan pertimbangan biaya hidup di sana murah. (Pur)

0
0%
like
0
0%
love
1
100%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here