LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Pengadaan kendaran dinas (Randis) jenis Fortuner terbaru senilai Rp 600 juta oleh Pemda Lombok Utara (KLU) terus menuai protes warga. Tidak hanya di media sosial (medsos), bahkan protes juga diluapkan secara langsung oleh warga.

Saat media ini turun ke Dusun Terengan Lauk, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, salah seorang warga setempat Fauzi dengan sepontan mengemukakan kekesalanya. Dirinya sangat menyayangkan pengadaan tersebut oleh pemda KLU itu dilakukan saat masyarakat sedang tertimpa musibah dan penanganannya belum selesai.

“Sangat kita sesalkan, sebagai warga yang sedang tertimpa musibah kenapa disaat warga belum selesai ditangani penderitaannya, pejabat di KLU malah bermewah-mewahan diatas penderitaan warga,” ungkap Fauzi kepada wartawan, Rabu (7/11) ditemui di tendanya yang kemarin malem terendam air hujan.

Selain itu, Fauzi juga meminta Pemda KLU supaya fortuner yang baru saja dibeli tersebut dilelang saja untuk pembangunan huntara warga. Huntara sangat dibutuhkan mengingat hujan deras mulai mengguyur dusunnya. Terlebih tenda – tenda pengungsian warga yang nota bene berada di areal persawahan rentan terendam air.

“Tolong bagi pejabat terkait yang merasa, sebagai warga yang tertimpa musibah kami mengusulkan mobil fortuner itu dilelang kembali dan uangnya untuk pembangunan huntara warga,” cetusnya.

Lebih lanjut Fauzi menjelaskan, kalkulasi kebutuhan pembuatan huntara untuk warga, per unitnya akan menghabiskan sekitar Rp 12,5 juta, sementara harga mobil dinas itu sekitar Rp 600 juta, jika harga randis dibagi kebutuhan unit huntara tentu itu bisa mengcover tiga dusun di desanya yakni Terengan Lauk, Terengan Tengak, dan Terengan Timur.

“Kenapa pemda tidak menerapkan itu, padahal kita di tiga dusun ini Terengan Lauk, Timuk dan Tengak belum tersentuh huntara sama sekali, ini malah beli mobil baru disaat warga kesusahan,” pungkasnya.(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here