MATARAM, KANALNTB.COM – Sejak kasus Baiq Nuril muncul lagi ke permukaan pasca keluarnya putusan Mahkamah Agung yang menjatuhkan vonis penjara enam bulan dan denda Rp500 juta tidak hanya soal putusan yang merugikan Nuril yang menjadi sorotan. Mantan atasan Baiq Nuril yakni Muslim sebagai pelapor pun tak luput dari sorotan.

Mantan Kepala SMAN 7 Mataram itu belakangan tampil tertutup. Menurut warga Lingkungan Kampung Bugis dan Pondok Prasi, di sekitar tempat tinggal Muslim. Mantan Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram itu mulai jarang terlihat berinteraksi dengan warga saat kasus Nuril kembali mencuat ke publik.

Para pewarta mencoba mendatangi rumah Muslim yang berada di Lingkungan Pondok Prasi, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, NTB. Saat didatangi pada Jumat (23/11) sekitar pukul 14.30 Wita, rumah Muslim terlihat sepi dari aktivitas. Meski gerbang rumahnya terbuka, namun pintu rumahnya tertutup rapat dan tidak terlihat aktivitas berarti. Pun saat berulang kali pintu diketuk, tidak ada jawaban dari dalam rumah. Padahal, terlihat banyak sepatu dan sandal yang berjejer didepan teras rumah itu.

Warga Lingkungan Pondok Prasi, Amrullah, mengatakan Muslim jarang berinteraksi dengan warga Pondok Prasi dan lebih sering berinteraksi dengan warga Kampung Bugis.

“Bergaulnya dengan warga Kampung Bugis saja karena rumahnya berada di perbatasan dan lebih dekat ke Kampung Bugis,” ujar Amrullah.

Amrullah juga mengaku kaget dengan kasus yang menimpa Muslim. Padahal, dia katakan, semasa mudanya, Muslim, merupakan salah satu tokoh LSM yang getol memperjuangkan hak-hak nelayan di pesisir Pantai Ampenan.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Kampung Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Hery Kurniawan, memiliki sikap serupa. Ramainya pemberitaan di media massa, membuat dia dan warga sekitar terkejut.

Hery menyampaikan, kendati Muslim merupakan warga Pondok Prasi, namun ia aktif mengikuti rapat warga di Lingkungan Kampung Bugis. Kata dia, banyak juga warga yang kerap meminta saran dan masukan karena menilai Muslim sebagai salah satu warga yang memiliki kompetensi keilmuan yang baik. Belum lama ini, Hery juga mengaku bertemu Muslim. Kepada Hery, Muslim mengaku sangat terpukul dengan kasus yang terjadi.

“Saya ketemu empat hari lalu usai menunaikan shalat Maghrib, memang beliau terpukul akibat kasusnya tersebut,” ujar Hery.

Tak hanya dirinya, lanjut Hery, istri dan dua anaknya juga terpukul akibat kasus yang menimpa Muslim. Dia berharap, Muslim mau ‘keluar’ dan menjelaskan kasusnya kepada masyarakat luas. Hal ini, dia katakan, agar ada perimbangan pemberitaan dari pihak Muslim.

“Kalau dari sudut pandang saya, Pak Muslim itu orangnya baik, tapi memang akibat kasusnya mencuat dengan Baiq Nuril, dia terkesan tertutup dan menghindar dari siapa pun,” kata dia menambahkan. (Pur)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here