Kepala Bapenda Lotim, Salmun Rahman. (Foto: kanalntb.com/dex)

LOMBOK TIMUR, KANALNTB.COM – Target Pajak Parkir pemerintah kabupaten Lombok Timur (Lotim) diketahui sangat kecil. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lotim, Salmun Rahman pada wartawan, pagi tadi. Salmun mengatakan, untuk target Pajak Parkir tahun 2018 hanya sebesar Rp 35 juta.

“Kalau yang lain sudah milyaran, minimal ratusan juta,” ujar Salmun ditemui diruangannya.

Hal tersebut, sambung Salmun karena beberapa faktor. Diantaranya terkait payung hukum tentang pajak. Dimana, pemungutan terhadap pajak parkir ini baru dimulai pada tahun 2017 sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2016 perubahan Perda nomor 11 tahun 2010 tentang pajak.

“Orang atau masyarakat kita yang usaha utama dari parkir sangat sedikit. Ingat pajak parkir lain lho dengan retribusi parkir. Contoh parkir sebagai usaha utama, RS Namira di Selong. Sedangkan contoh parkir sebagai penunjang usaha utama, Ruby di Terara,” jelasnya.

Hal ini, kata Salmun, menyebabkan pendapatan dari pajak daerah minim. Sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), pajak parkir sendiri dikelola oleh Bapenda. Sedangkan retribusi parkir dikelola oleh Dinas Perhubungan.

“Untuk gambaran, retribusi parkir yang diterima Dinas Perhubungan saja hanya Rp500 ribu per bulan dari parkir di salah satu supermarket yang ada di Selong,” demikian Salmun Rahman. (Dex)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here