LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Ratusan kelompok masyarakat (Pokmas) sudah terbentuk di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Demikian diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Recounstruksi BPBD KLU Wardoyo kepada wartawan, Rabu (28/11).

“Pokmas yang sudah terbentuk di KLU itu sekitar 204 pokmas,” katanya.

Ia mengungkapkan, setelah pihaknya intens turun ke masyarakat guna mensosialisasikan pembentukan pokmas, pihaknya mengaku untuk saat ini pokmas sudah merata terbentuk di tiap-tiap desa yang ada di KLU.

“Kita selalu intens turun ke masyarakat untuk sosialisasi dan saat ini pokmas sudah banyak yang terbentuk,”katanya.

Wardoyo menjelaskan, dari 204 pokmas yang sudah terbentuk ini hampir 80 persen masyarakat menjatuhkan pilihannya pada rumah instan kayu (Rika). Sementara sisanya masyarakat memilih Risha dan Riko.

Dalam pemilihan katagori rumah standar tahan gempa ini lanjutnya alasan masyarakat memang berpariatif, salah satunya masyarakat masih trauma untuk tinggal di rumah yang berarsitektur beton.

“Dari tiga katagori ini yang paling banyak peminat itu adalah Rika yakni sekitar 170 pokmas, untuk Risha yang sudah mendaftar itu sekitar 33, sementara Riko hanya satu pokmas, tapi kemungkinan pokmas yang polih Riko ini akan berpimdah ke Risha,”jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati KLU Syarifudin SH, MH mengatakan, melihat minat masyarakat terhadap rumah Rika ini, pihaknya mendorong agar masyarakat di KLU memilih rumah itu saja sebab jika dilihat dari perspektif kesedian material dan penyedia bahan, kayu ini cukup mudah dibandingkan Risha dan Riko.

“Kalau bisa BPBD jangan arahkan masyarakat seolah-olah harus pilih Risha, dari segi bahan seperti panel dan tukang Risha ini agak sulit, lebih baik masyarakat pilih Rika saja yang bahannya sudah jelas ada biar lebih mempercepat, apalagi pengusaha lokal kita saya yakin akan mampu sebagai penyedia dan tentu secara tidak langsung itu akan membangkitkan ekonomi daerah dan masyarakat juga,”pungkasnya.(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here