LOMBOK TENGAH, KANALNTB.COM
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Loteng, Ir Muhammad Kamrin menyatakan, bantuan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) dari Kementerian ESDM bisa dialihkan, sepanjang alat mesin tersebut tidak dimanfaatkan oleh nelayan penerima bantuan. “Boleh dialihkan ke penerima baru,” katanya.

Tapi, yang berhak mengalihkan ke penerima baru adalah Kepala Dusun di desa setempat. Karena Kadus lah yang bisa menilai nelayan mana yang berhak mendapatkan bantuan tersebut. “Kalau kami tidak punya kewenangan,” tuturnya.

Namun, pihaknya pastikan bantuan alat mesin sampan itu akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh penerima. Apalagi, penerima bantuan itu merupakan hasil verifikasi yang telah dilakukan pihak Kementerian bersama Kadus yang dibantukan oleh PPL dari dinas. “Ketika dilakukan verifikasi pun dilakukan dengan ketat dan sangat selektif. Karena penerima bantuan harus memliki kartu nelayan, baru bisa dapat,” terangnya.

Untuk diketahui kata Kamrin, tahun ini Loteng paling banyak dapat dari kabupaten/kota di NTB. Jumlahnya sebanyak 500 unit dari jumlah yang diusulkan sebanyak 850 orang. Untuk wilayah Kuta saja, mendapatkan jatah sebanyak 136 unit. Sementara di dusun Awang Balak mendapatkan 130 unit.

Namun, bila ada yang belum dapat di tahun ini, pihaknya pasti akan prioritaskan di tahun berikutnya. Terpenting sekarang mari kita sukseskan program ini. “Kalau yang ada belum dapat, tetap akan kita usulkan di tahun berikutnya,” janjinya.

Kemudian, hajatan bantuan ini adalah pemberdayaan untuk nelayan kecil. Artinya, dengan menggunakan alat tersebut bisa mengurangi beban nelayan dalam mencari ikan. Jika dibandingkan menggunakan BBM. “Semoga dengan diganti ke BBG, bisa membantu pengiritan,” tungkasnya. (Hiz)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here