LOMBOK TENGAH, KANALNTB.COM – Masyarakat Lombok yang terkena dampak gempa bumi diharuskan buat rumah tahan gempa. Itu dikarenakan, Lombok merupakan jalur gempa, apalagi gempa tidak terjadi hanya sekali, melainkan berulang kali. “Untuk menjaga terjadinya korban lagi, pak Presiden (Jokowi) menyarankan serta mengharuskan warga membangun rumah tahan gempa,” ungkap Staf Ahli Bidang Keterpaduan Pembangunan Kementerian PUPR RI, Gani Ghazaly, usai bertemu Bupati Loteng, HM Suhaili FT, di pendopo Bupati Loteng, Rabu (12/9).

Ditegaskan Gani, kalau warga kini tidak membuat rumah tahan gempa, yang akan merasakan dampaknya nanti tetap warga sendiri. Ujung-ujung juga yang disalahkan pemerintah. Dikira tidak pernah memberikan edukasi terkait dengan pembangunan rumah tahan gempa. “Itulah maksudnya dikirim 400 insinyur, tim rekompak, kotaku dan lainnya untuk membantu warga membuat rumah tahan gempa,” terangnya beralasan.

Tim ini nanti dimaksudkan untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam rangka membangun rumahnya. Yang perlu diketahui juga, bukan tim yang akan membangunkan rumahnya, melainkan warga itu sendiri dengan sistem swakelola. “Hanya saja akan dilakukan secara gotong royong,” jelasnya.

Kemudian, kapan pelaksanaannya. Ia katakan, itu tergantung dari masyarakatnya sendiri, jika masyarakat sudah siap, tim fasilitator akan turun langsung mengecek kesiapannya. Setelah itu, fasilitator memberikan rekomendasi atas kesiapan masyarakat itu sendiri. Baru akan dilakukan pembangunannya yang disertai dengan pencairan dana bantuan dari pemerintah. “Penggunaan dana bantuan itu pun tidak serta merta dibelanjakan. Harus disertai laporan pertanggungjawaban,” ujarnya.

Sehingga, itulah fungsinya kelompok masyarakat yang dibentuk. Dimana ketua timnya lah nanti yang akan membuat laporan pertanggungjawaban dibantu oleh tim dari Kementerian PUPR, rekompak, Kotaku dan insinyur muda. “Target 6 bulan sudah jadi semua rumah warga,” janjinya.
Ketika disinggung, jumlah dana yang dikuncurkan untuk penanganan gempa, ia katakan tidak tahu secara pastinya. Tapi, bisa dikalkulasikan, jika jumlah rumah yang terdampak sebanyak 70 ribu lebih dengan dana yang diberikan sebesar Rp 50 juta, itu bisa ketemu jumlah nominal yang dicairkan pemerintah pusat. Tapi, pencairannya dilakukan secara bertahap. “Hingga kini saja baru 50 ribu yang sudah tertangani. Kita berharap minggu depan ada penambahan sebanyak 10 ribu. Begitu seterusnya, hingga sampai tertangani semua rumah warga yang terdampak,” tandasnya.

Bupati Loteng, HM Suhaili FT mengatakan, untuk masa pemulihan penanganan bencana gempa ini dibutuhkan waktu yang lama. Apalagi masyarakat tidak hanya menginginkan satu pola dalam membangun rumahnya. “Inilah fungsinya dilakukan koordinasi dengan berbagai unsur, baik dari Kementerian PUPR, rekompak, kotaku, insinyur muda dan lainnya, agar penanganan pembangunan rumah warga bisa cepat selesai,” terangnya.

Kemudian, bangunan rumah yang akan dibuat warga harus tahan gempa. Hal ini dimaksud, agar di kemudian hari tidak terjadi korban, serta membuat rumahnya hancur. “Dana yang diberikan juga harus dipertanggungjawabkan. Hal ini dilakukan, untuk mengantisifasi penggunaannya ke tempat lain,” tungkasnya. (Hiz)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here