LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) Drs TGH Najmul Akhyar SH MH menilai bencana alam gempa yang melanda Lombok merupakan ujian dari Allah SWT kepada seluruh pemangku amanah. Sejauh mana melayani dan mendedikasikan diri terhadap masyarakat.

“Ini ujian bagi kita semua sejauh mana kita mengabdi kepada masyarakat. Nanti kan kelihatan padahal tidak terdampak tapi tidak masuk kantor, ada juga yang alhamdulilah pagi – pagi sudah menemani kita disini sampai selesai,” ungkap Najmul kepada wartawan di ruang kerjannya, Rabu (12/9).

Dikatakan Najmul meski dalam kondisi seperti ini ia mengajak semua jajarannya untuk tetap bersyukur. Sebab, jika bicara trauma dan terdampak dirinya pun demikian namun, seperti apapun keadaannya sebagai pemegang amanah ia memberikan warning kepada jajarannya untuk tidak menyamakan diri dengan pengungsi lain pada umumnya (rakyat).

“Kita sebagai pemegang amanah ini kan ada beban di pundak kita, itu bedanya kita dengan para pengungsi pada umumnya. kalau bicara trauma, rumah rusak,  keluarga ya sama tetapi kewajiban kita mengurus dan melayani masyarakat
meski dalam kondisi apapun amanah itu harus kita jalani,” ujarnya mengingatkan.

Dari segi disiplin berpakaian kata Najmul Pemda pun sangat memudahkan dan membebaskan para pegawai entah mau pakai seragam atau tidak yang penting ada di kantor dan tetap melakukan pelayanan sebagaimana mestinya.

“Kalau seragam kita bebaskan, dari awal saya juga ndak pernah pakai karena belum ada yang berani masuk dalam rumah. ya apa adanya lah, karena subtansinya kan bukan pada seragam kita, pakaian kita, subtansinya itu terletak pada pengabdian kita kemasyarakat,” tandasnya.

Najmul menjelaskan, pada tanggal 1 September 2018 kemarin para pegawai, baik itu PNS maupun tenaga honorer sudah mulai aktif
dan terkait penilaian sendiri lanjut Najmul untuk sementara waktu tetap mengacu pada indikator sistem data harian pemda KLU atau Sidara.

“Tetap Itu sebagai patokan kita untuk memberikan tunjangan kesra kepada pegawai, semakin rajin dia masuk pasti dia akan menerima kesra penuh, kalau jarang ya sedikit mereka terima karena, undang-undangnya kan sudah ada,” jelasnya.

Dilihat dari kondisi saat ini Najmul memang tidak memungkiri bahwa ada satu atau dua diantara pegawai pemda yang masih malas tetapi, bagi yang masih dalam keadaan sakit seperti dialami salah seorang guru di Kayangan yang kondisinya tidak memungkinkan untuk masuk akan diberi permakluman.

“Kita maklumi lah bagi yang sakit, kita ini kan manusia juga masih punya hati lah tidak mungkin kita paksa. Tetapi bagi yang sudah memungkinkan untuk masuk kantor tentu saya berharap kondisi ini tidak dimanfaatkan karena pengawasan yang masih lemah dari kepala dinas,” pungkasnya. (Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
1
100%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here