MATARAM, KANALNTB.COM – Politisi Partai Golkar H.Misbach Mulyadi didaulat menjadi ketua tim pemenangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden RI H.Joko Widodo – K.H Ma’ruf Amin untuk wilayah Provinsi NTB. Penunjukannya tak lepas dari Partai Golkar sebagai salah satu partai pengusung Joko Widodo – Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019.

Sementara PDI Perjuangan yang juga sebagai pengusung mendelegasikan salah satu kader terbaiknya, Made Slamet sebagai Sekretaris tim didampingi Baiq Rosa Djapa sebagai wakil sekretaris. Sejumlah nama seperti Chris Parangan, Raden Nuna Abriadi, TGH. Hazmi Hamzar, H. Mau’ud Adam, Ardani Zulfikar, dan lainnya juga masuk dalam struktur tersebut.

Direktur Komunikasi Politik tim pemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin di NTB, Chris Parangan, mengatakan pihaknya sudah memfinalisasi struktur tim pemenangan Jokowi – Ma’ruf NTB. Menurutnya, sejumlah politisi serta tokoh agama dan pemuda masuk dalam tim pemenangan tersebut. “Iya H. Misbach Mulyadi didaulat kompromi oleh sembilan partai pengusung sebagai ketua tim pemenangan Capres-Cawapres RI Jokowi-Ma’ruf di NTB,” beber Chris Parangan kepada wartawan di Mataram kemarin (11/9).

Dikatakan, tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf di NTB akan bekerja cepat untuk meningkatkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin di NTB. Terlebih, saat ini Gubernur NTB TGB.H.M Zainul Majdi sudah menyatakan sikap mendukung Jokowi 2 Periode.

Chris yang merupakan Fungsionaris Pusat Partai Golkar itu optimistis elektabilitas Capres dan Cawapres RI Jokowi-Ma’ruf Amin di NTB meningkat. Hal tersebut menurutnya bukan tanpa alasan. “Ingat, perhatian Presiden Joko Widodo untuk NTB sangat luar biasa. Dalam kurun waktu empat tahun saja sudah 11 kali pak Jokowi datang ke NTB baik ke Pulau Lombok maupun ke Pulau Sumbawa,” ujarnya.

Hal lain yang membuatnya optimistis adalah kedewasaan politik masyarakat NTB sudah meningkat. Terbukti, NTB menjadi daerah percontohan penyelenggaraan pemilu dalam beberapa tahun terakhir.

Dia menegaskan kondisi politik saat ini cukup dinamis sehingga pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin berpotensi besar menang dalam Pilpres pada 17 April 2019 nanti. Terlebih, nama Joko Widodo sudah sangat terkenal dan diterima masyarakat NTB. “Trade Record Jokowi sudah luar biasa. Apalagi yang harus diragukan,” tegasnya.

Adapun nama-nama yang sudah dikirim ke pusat menurut Chris sudah “DCT”. Meski begitu, ada kemungkinan nama-nama tersebut bisa berubah di tengah jalan. Itupun jika yang bersangkutan berhalangan tetap atau mengundurkan diri dengan alasan yang jelas.

Terpisah, Sekretaris tim pemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin di NTB, Made Slamet menegaskan pihaknya sudah menyeleksi siapa saja orang yang tepat masuk dalam tim tersebut. Bahkan, seluruh partai politik pengusung Jokowi-Ma’ruf pun sudah mendelegasikan anggotanya untuk masuk dalam tim pemenangan.

Legislator Udayana itu mengatakan pihaknya yakin dapat menyumbangkan suara maksimal untuk pasangan Jokowi – Ma’ruf yang diusung mayoritas partai politik di Indonesia. “Tentu yang masuk tim ini merupakan orang-orang yang siap bekerja maksimal untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin di NTB,” tegasnya.

Diketahui, H.Joko Widodo – H. Jusuf Kalla memperoleh sekitar 27 % suara di NTB pada Pilpres 2014. Saat itu, justru pasangan H.Prabowo Subianto – Hatta Rajasa meraup suara maksimal. Meski begitu, di tingkat nasional justru Jokowi-JK yang terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI. (Pur)

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here