LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM
Lafaz Innalillahiwainna Ilaihirojiun terus berkumandang menghantarkan kepergaian Afni Fastabiqul Strata Utama (26). Afni merupakan salah seorang relawan PMI asal Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah yang gugur saat bertugas membantu masyarakat terdampak Gempa di Lombok, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Afni alias Tata sapaan akrabnya, dikabarkan meninggal dunia Jumat, (24/8) sekitar pukul 07.30 WITA. Gugurnya Tata menjadi kali kedua PMI kehilangan relawannya yang tengah bertugas dalam operasi tanggap tersebut.

Terbaring, Relawan PMI Tanggap Bencana Gempa Lombok, Almarhum Afni Fastabiqul Strata Utama (26) . (Foto: ist)

Tata yang sehari-hari bertugas mengantarkan air bersih mengendarai kendaraan tangki air PMI itu tergabung dalam Tim WASH (Water Sanitation Hygiene) yang akan bertugas selama 1 bulan di Lombok Utara.

“Almarhum sehari-hari bertugas mendistribusikan air bersih ke warga-warga di sejumlah desa di Lombok Utara,”ujar Koordinator Tim WASH PMI, Sukri saat ditemui wartawan, jumat (24/8).

Sukri menjelaskan, kronologi meninggalnya Tata berawal saat Jumat pagi sekitar pukul 06.15 wita, almarhum yang sedang tertidur sempat dibangunkan oleh seorang rekannya yang bersama-sama menempati Camp WASH PMI di Dusun Lokorangan, Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

“Kami terbiasa setiap pagi saling membangunkan teman-teman untuk sarapan, bersih-bersih, dan bersiap untuk bertugas. Saat dibangunkan, Tata saat itu masih sadar, tapi ia kembali tidur, saya pikir mungkin dia masih butuh tidur karena toh hari masih pagi,” jelas Sukri.

Namun setelah sekiranya sekitar Pukul 07.19 wita teman – temannya kembali membangunkan almarhum yang belum juga terbangun, tetapi tidak ada respon.

“Di cek denyut nadinya nihil disitu lah kawan-kawan menyadari bahwa almarhum sudah tidak ada denyut nadi lagi,”terangnya.

Melihat kejadian itu, tanpa pikir panjang Tim WASH lalu bergegas mengontak Tim Medis PMI yang berada di Posko Rest Area Kayangan untuk meminta ambulans,
almarhum segera dibawa dengan ambulans dan dirujuk ke Puskesmas Gangga.

Dalam perjalanan menuju puskesmas, tim medis PMI sempat melakukan pijat jantung dan pengecekan ulang respon almarhum, namun sudah tidak ada tanda kehidupan.

“Tim medis PMI memperkirakan almarhum sudah meninggal sejak di Camp WASH PMI,”tukasnya.

Sesampai di Puskesmas Tim dokter kembali melakukan pemeriksanaan, namun nihil kemudian doktet menyatakan bahwa nyawa almarhum sudah tidak bisa tertolong.

“Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan Puskesmas kemudian mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Almarhum dinyatakan meninggal,”tandasnya.

Diketahui hari ini Jenazah Tata akan dibawa ke Markas PMI NTB di Mataram untuk acara pelepasan resmi dan doa bersama oleh Pengurus dan para relawan. Selanjutnya jenazah akan diterbangkan ke Semarang untuk dimakamkan di kota kelahirannya di Pekalongan Jawa Tengah. (Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here