MATARAM, KANALNTB.COM – Kebutuhan terpal untuk fasilitas pengungsi korban gempa Lombok terus diburu masyarakat di NTB. Mengingat menjadi barang buruan barang ini menjadi sangat langka dan mahal. Bahkan harga yang dikenakan tidak masuk di akal. Seperti yang sampaikan seorang relawan Peduli Korban Gempa Lombok dari Alumni IKPWS, Hasbie Assidqi, harga terpal yang ia beli di sebuah toko beralamat di Sweta, Cakranegara ukuran 10 x 10 dikenakan dengan harga Rp. 1.500.000 padahal harga aslinya di kisaran Rp. 700-800. Terhadap harga ini ia pun merasa kecewa dan menumpahkan kekecewaannya di akun status FB miliknya. “Kita Harus Bikin Bencana Buat Mereka,” kesal pria berjenggot ini.

Kekesalan Hasbi ini pun ramai disambut  komen-komen pedas Face Booker yang menyayangkan ketidak layakan harga itu.

“Keterlaluan nih masak terpal harga segitu, tunggu Alloh ambil paksa sak toko tokonya,” cecar Soekarno Golday.

“Ya Allah.. Bukannya membantu, kok malah harganya dinaikkan 3 x lipat. Skrg ini semua orang sedang mikirin bagaimana caranya meringankan saudara saudara kita yang sedang berduka, tapi ini pemilik toko memanfaatin keadaan ya..
Bener² sdh tertutup mata hatinya..,” komen  Nana Ana Aba Nano.

“Tidak punya rasa empati sedikitpun, kita harus bersuara ke pemda NTB supaya ditertib toko2 yang mengambil keuntungan di atas penderitaan orang lain….(boikot toko ini dan viralkan),” ungkap Gazali As Siddik.

Akun status FB Hasbi Assidqi yang ditulis Sabtu (11/8) sekitar pukul 6.30 WITA ini terus mendapat tanggapan respon face Booker. Hingga berita ini ditulis tiga jam setelahnya status ini telah mendapat 37 komentar dan 33 kali dibagikan. Diperkirakan status ini akan viral mengingat ancaman masyarakat memiralkan status tersebut. “Ana share ustd.. biar viral,” ancam Husni Amry.  “Viral kan,” sambut pemilik akun Muthiara Fachruddin.

Sementara itu Tim Satgas Pangan Prov. NTB terdiri atas Plt. Kabid PDN Dinas Perdagangan Prov. NTB Sdr. Lalu Suparno beserta staf, Kadis Perdagangan Kota Mataram Sdr. Lalu Alwan Basri beserta Kabid dan Kasi serta Satgas Pangan Polda NTB langsung memantau menindak lanjuti
viralnya berita di media sosial terkait kenaikan harga terpal pasca gempa bumi Lombok tersebut.

Dalam pemantauan tersebut yang pertama tim ini mendatangi Toko Indoplast, Komplek Pertokoan Mandalika Jl. Sandubaya Blok F/7 Bertais Kec. Sandubaya Kota Mataram. Di tempat ini tim diterima pemilik toko, Adi dan Hariyanto. Dalam investigasi tersebut mereka mengakui memang benar telah menjual 1 buah terpal ukuran 10×10 dengan harga Rp. 1.500.000,- sesuai nota yang tersebar. Terpal yang dijual tersebut adalah terpal tebal peruntukan untuk fuso/truck dengan harga Rp. 15.000,- per meter (harga normal seperti sebelum bencana gempa). Hal ini sudah dijelaskan kepada pembeli karena terpal biasa yang harga Rp. 5.000,- per meter dan terpal sedang yang harga Rp. 10.000,- per meter habis stok.

“Saat ini stok terpal semua jenis habis dan telah memesan lagi, diperkirakan Senin atau Selasa baru tiba dengan kwalitas biasa,” terangnya kepada petugas.

Pemantauan kedua tim ini mendatangi Toko Cakra Buana, yang terletak di jalan Selaparang No. 39 Cakranegara Kota Mataram. Disini tim menemui pemilik Sdr. Fujiadi. Ia menerangkan bahwa beberapa hari ini hanya menjual terpal tebal dengan harga Rp. 15.000,- per meter, karena stok terpal biasa yang harga Rp. 5.000,- s.d Rp. 6.000,- per meter habis. Harga penjualan terpal masih normal seperti sebelum gempa, cuma karena banyaknya permintaan stok terpal habis. Dijelaskan bahwa tidak pernah menjual terpal ukuran 5×6 dengan harga Rp. 60.000,- karena harga stabil dari sebelum gempa Rp. 5.000,- per meter. Jadi harga normal terpal biasa ukuran 5×6 Rp. 150.000,- dan yang tebal Rp. 450.000,-.

Pada kesempatan tersebut tim juga memberikan arahan agar pedagang tidak menaikkan harga pasca gempa bumi Lombok. Tim berharap para pedagang bisa membantu masyarakat menyediakan barang dengan harga yang wajar untuk menghindari timbulnya permasalahan baru yang dapat mengganggu Stabilitas Kamtibmas. (hmn)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here