LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Panglima TNI bersama Kapolri republik indonesia turun langsung untuk mengunjungi korban gempa di Kabupaten Lombok Utara (KLU), rabu (8/8). Dalam kunjungan tersebut sekitar 30 pejabat tinggi RI hadir dan menggelar rapat koordinasi untuk penanganan masyarakat yang terdampak pasca gempa 7,0 SR yang melanda daerah tersebut.

Panglima TNI Hady Tjahjanto menyampaikan Satgas diminta mengecek dengan benar korban gempa, mungkin diantara korban meninggal ada yang sudah dimakamkan, pengecekan ini agar dapat menganalisir jumlah korban dengan benar.

Kemudian, Satgas tanggap bencana gempa diminta memberikan saran kepada Gubernur NTB sehingga Gubernur dapat mengambil langkah dan tindakan dengan tepat.

“Satgas tanggap bencana gempa diharapkan memiliki data yang tersimpan di komputer sehingga sewaktu-waktu data dapat dilaporkan kepada pemerintah,”ungkapnya.

Kebutuhan fasilitas untuk korban seperti MCK, satgas harus segera mendata lahan yang akan digunakan untuk pembangunannya. Kebutuhan lainnya seperti air bersih harus disiapkan tangki dan kebutuhan medis diharapkan menkes untuk segera bertindak mengirim obat-obatan yang dibutuhkan dan pengiriman dapat melalui bandara Halim Perdana Kusuma.

Selain itu, pengoperasian alat berat seperti pemecah beton dan pemotong besi baja harus disiapkan di kotis satgas tanggap bencana gempa, dan diharapkan Penggunaan alat berat harus diperhatikan dan diminimalisir efek trauma penduduk sekitar ketika melakukan penanganan bangunan roboh.

“Penyiapan Hellypad harus dibuat sub pengendalian operasi , daerah yang sulit dijangkau harus disiapkan helly untuk evakuasi korban , dan di daerah yang akan dievakuasi helly harus segera disiapkan landasan helly ,”tegasnya.

Menanggapi hal itu Danrem 162/WB sebagai komanda Satgas Tanggap bencana Gempa Lombok diharapkan pelaksanaan brifing diposko untuk mengendalikan operasi satgas, apabila ada kesulitan mabes TNI – Polri diminta siap komunikasi 24 jam .

“Tanggap darurat ini sudah direkaver dengan baik , apabila ada kebutuhan mendadak seperti rumah sakit komando agar segera di siapkan,”tandasnya.

Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi mengatakan, pemerintah provinsi NTB mengucapkan terimakasi kepada pemerintah pusat , panglima TNI dan Kapolri dan semua pihak yang terlibat penanganan bencana gempa bumi lombok ini karean sarana dan infrastruktur yang dimiliki daerah tidak cukup untuk menangani semuanya.

“Tanggap darurat berakhir tanggal 11 agustus 2018, namun melihat situasi dan kondisi sewaktu-waktu dapat berubah karena kita tidak mungkin akan meliburkan anak sekolah dalam jangka waktu lama,”cetusnya.

TGB menjelaskan, di wilayah Lombok Utara terdiri dari 6 Kecamatan, dan terdapat 3 kecamatan yang paling dekat dengan central gempa yang merasakan dampaknya sangat berat seperti Kecamatan Gangga, kayangan dan Bayan sehingga perlu penanganan yang intensip.

Untuk itu, TGB meminta agar alat evakuasi seperti eskapator agar diperbanyak, walaupun skala kecil alat evakuasi karena Hingga saat ini ada 7 eskavator yang sudah bisa disiapkan.

Penanganan korban bencana gempa secepatnya harus dilakukan rekontruksi dan rehabilitasi, setelah penanganan evakuasi korban dalam 4 hari kedepan, kita akan lakukan tahapan rekontruksi dan rehabilitasi karena puing bangunan yang hancur dan roboh sangat berpengaruh terhadap kondisi psikis masyarakat,”pungkasnya.(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here