LOMBOK UTARA,KANALNTB.COM – Gempa Berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) yang mengguncang sejumlah Daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya di Lombok Utara banyak meluluhlantakkan sejumlah infrastruktur, salah satunya adalah rumah.

Seperti yang di alami tiga kepala keluarga (KK) di Telaga Legundi, Dusun Tereng Ilud, Desa Senaru, Kecamatan Bayan yang terpaksa mengalihfungsikan kandang ternaknya sebagai tempat tinggal sementara, karena rumah yang di tempati bersama keluarganya tinggal menunggu roboh.

“Terpaksa kita pindah dulu sementara sapi tidur di luar kita di dalam, kita tidak berani masuk kedalam rumah pak, rumah tinggal nunggu roboh aja itu,”kata harun sembari menujukan rumahnya kepada wartawan, sabtu (4/8).

Senada dengan Harun, Misrah dan tetangganya juga mengalami hal yang sama ia juga terpaksa harus berjejal dengan istri dan enam anaknya di kandang kambing yang hanya berukuran 3 x 4 meter.

Misrah yang hanya sebagai buruh harian lepas mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan dan uang hanya untuk membelikan istri dan anak-anaknya yang masih kecil terpal atau tenda untuk tempat bernaung sementara.

Bantuan tenda atau terpal yang tak kunjung datang membuatnya pasrah dengan kondisi tempat tinggalnya yang hanya beralaskan tikar dan ditutupkan karung bekas, namun meski dengan kondisi ekonomi yang bisa dikatakan terpuruk ia tetap bersyukur istri dan keenam anaknya selamat dari bencana alam dahsyat itu.

“Rumah saya juga rusak, ya terpaksa tidur seadanya (di kandang kambing. red), saya pernah coba mintak terpal atau tenda di posko tapi ndak ada, tetapi untuk logistik makanan alhamdulilah lancar,”katanya.

Sejumlah warga yang disambangi wartawan di Dusun tersebut rata – rata sangat membutuhkan tenda atau terpal, karena di daerah tersebut bisa di katagorikan yang cukup parah terdampak.

Sementara itu, BPD Desa Senaru Nurbayandi yang bertugas mengkoordinir Pembagian bantuan di Dusun tersebut menjelaskan, di Telaga Legundi, Dusun Tereng Ilud ini terdapat sebanyak 128 KK dan di sini merupakan daerah yang cukup parah terjadi kerusakan rumah, untuk itu pihaknya tidak menampik bahwa warganya sangat membutuhkan terpal atau tenda, sebab warga disini enggan meninggalkan rumah karena sebagai daerah yang ada di pelosok warga takut ternaknya hilang.

“Rata-rata memang warga di sini rumahnya rusak, yang paling di butuhkan warga itu tenda atau terpal serta tandon penampung air, kalau untuk pembagian logistik makanan lancar kita berikan 2 bungkus mie instan perorang dan beras 2 kilo perorang yang kita bagikan setiap sore ,”tandasnya. (Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here