LOMBOK TENGAH, KANALNTB.COM – Gempa yang mengguncang Lombok hingga menyebabkan ribuan rumah rusak dan ratusan korban jiwa, telah mengundang perhatian dari berbagai pihak untuk memberikan bantuan.

Namun, bantuan itu lebih terpusat ke Kabupaten Lombok Utara. Malah kini menjadi primadona, dibandingkan korban gempa di Lombok Tengah. Disatu sisi, Loteng juga ikut terdampak hingga menyebabkan ribuan rumah, ratusan sekolah dan fasilitas rumah ibadah rusak.

“Mohon kami juga diperhatikan. Kami minta Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Pusat jangan hanya fokus di KLU saja,” kata Kepala Desa Selebung, Batukliang, Agus Kusumahadi, kemarin.

Apalagi kini lanjut Agus, KLU sudah berlimpah ruah bantuan yang dikirim, baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi NTB, relawan dan pihak lainnya. Ditempatnya, sebaliknya bantuan masih minim.

Padahal, kondisi di Selebung juga sangat parah. Karena, jumlah rumah rusak berat sebanyak 416 unit. Sedangkan, rusak ringan sebanyak 700 unit. Kemudian, terdapat 7 ribu pengungsi yang hanya tidur diatas tenda. Ini semua merata ada di 16 dusun di desa Selebung. “Kami juga sangat berharap bantuan rehab rumah,” ujarnya.

Sementara, bila mengandalkan ADD dan DD itu untuk biaya rehab rumah warga itu tidak memungkinkan. Karena otomatis akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaiakannya, dengan keterbatasan anggaran DD dan ADD. “Bila kita hitung satu rumah dengan dana Rp 15 juta, maka akan membutuhkan biaya Rp. 750 juta. Kalau ini dilakukan butuh waktu 8 tahun menyelesaikannya,” ungkapnya.

Selain itu, Kadus Bunut Bendera desa Pemepek, Nasrudin mengatakan, di tempatnya jumlah rumah yang rusak sebanyak 25 unit, diantaranya ada 5 rusak berat. Namun, hingga kini bantuan belum ada yang datang. “Kami minta perhatian pemerintah secepatnya,” ucapnya.

Kadus Selak Ain Bawak desa Aik Berik, Batukliang Utara, Abdul Kadir mengatakan, sejauh ini bantuan belum berjalan maksimal. Sehingga, ia menilai seperti dianak tirikan. Karena, bantuan belum ada datang ke tempatnya. “Kami butuh makanan siap saji, selimut dan lainnya,” katanya.

Sementara, Kepala BPBD Loteng, H Muhammad mengatakan, dari data sementara yang masuk, jumlah rumah rusak sebanyak 11.232 unit, terdiri dari rusak berat sebanyak 4.629 unit dan rusak ringan sebanyak 6.603 unit. Korban jiwa sebanyak 2 orang. Luka berat sebanyak 18 orang dan luka ringan 141 orang.

Kemudian, untuk ekonomi produktif, jumlah kios yang rusak sebanyak 60 unit. Kesehatan, seperti rumah sakit 1 unit, yakni RSUD Praya, serta puskesmas dan pustu sebanyak 11 unit. Untuk pendidikan, PAUD sebanyak 3 unit, SD 73 unit, SMP 38 unit, SMA/SMK sebanyak 5 unit, Ponpes 1 unit. Sedangkan tempat ibadah, Masjid sebanyak 5 unit dan Musholla sebanyak 12 unit. “Gedung Pemerintah, baik pemerintah kabupaten dan pemerintah desa sebanyak 22 unit,” tungkasnya. (Hiz)

1
25%
like
1
25%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
2
50%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here