LOMBOK TENGAH – KANALNTB.COM
Gempa susulan berkekuatan 6,2 SR kembali menguncang Lombok, Kamis (9/8) sekitar pukul 13.25 wita. Gempa susulan itu pula berdampak ke wilayah kecamatan Batukliang Utara, Batukliang, Kopang dan Pringgarata. Terdapat puluhan rumah rusak dan puluhan warga mengalami luka-luka. Hanya saja, tidak ada korban jiwa.

Kepala BPBD Loteng, H Muhammad membenarkan, gempa susulan yang terjadi pada Kamis (9/8) kemarin dengan berkekuatan 6,2 SR telah merusak puluhan rumah dan puluhan warga juga mengalami luka-luka. Hanya saja gempa susulan itu tidak menuai korban jiwa. “Sejauh ini data rumah rusak belum kita terima dari kecamatan. Hanya saja,korban luka sebanyak 26 orang, terdiri dari Puskesmas Teratak 12 orang, Mantang 5 orang dan Aik Darek 9 orang,” katanya.

Informasinya juga kata Muhammad, akibat gempa ini terdapat banyak rumah rusak berat, itu diakibatkan kondisi rumah awalnya sudah mengalami rusak sedang, akibat gempat yang terjadi pada Minggu lalu dengan berkekuatan 7,0 SR. “Data sebelumnya, rumah rusak sebanyak 1.501 unit, terdiri dari rusak ringan 248 unit dan rusak berat 1.253 unit. Dengan kerugian mencapai Rp 159 miliar,” terangnya.

Namun, dengan adanya gempa susulan ini, kemungkinan akan bertambah, baik rumah rusak berat, sedang maupun ringan. “Kami berharap dan berdoa semoga ini yang terkakhir. Tidak ada lagi gempa susulan,” harapnya.

Tapi, ia tetap menyarankan agar masyarakat tetap waspada. Karena gempa tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi. Namun, bila terjadi gempa, sebaiknya warga langsung menyelamatkan diri. “Bila perlu buat tenda darurat,” tandasnya.

Sementara, anggota DPRD dapil VI (Batukliang-Batukliang Utara), Supardi mengatakan, jumlah sementara rumah rusak akibat gempa susulan yang terjadi tadi (Kamis red) sekitar 100 unit. Terdiri dari 50 unit di BKU dan 50 unit di Batukliang. Bahkan, gempa susulan ini telah mengakibatkan fasilitas kesehatan (Puskesmas) rusak dan sejumlah rumah ibadah juga. “Korban luka baru teridentifikasi sebanyak 15 orang, itu di Batukliang,” kata anggota dewan dari PKS.

Sehingga, untuk menanggapi persoalan warga ini, pihaknya membuka posko PKS tanggap darurat. Dimana, posko ini dibuka 24 jam untuk menanggapi pengaduan masyarakat. “Kondisi sekarang warga sudah tidak ada yang berani tinggal di rumah. Mereka lebih memilih tinggal diluar rumah,” tungkasnya. (Hiz)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
1
100%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here