LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Menyusul meninggalnya Tardi (55) salah seorang pendaki Gunung Rinjani asal Dusun Lias Desa Genggelang Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU), NTB, sabtu (7/7) membuat Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengeluarkan imbauan kepada para pendaki.

Pasalnya, korban tewas yang di duga akibat kelelahan tersebut mendaki melalui jalur Torean yang merupakan jalur ilegal atau jalur yang tidak di rekomendasikan oleh TNGR, dimana jalur tersebut sangat curam dan jarak tempuhnya memakan waktu cukup lama untuk sampai ke puncak.

Kepala TNGR Ir Sudiyono Msi mengimbau kepada para pendaki yang ingin mendaki ke Gunung Rinjani agar mengikuti semua aturan yang ada. Misalnya, membeli karcis dan lewat jalur resmi yang sudah di rekomendasi oleh TNGR.

Dikatakannya, imbauan ini bertujuan untuk memudahkan para petugas memantau keberadaan para pendaki dan jaminan keselamamatan.

Selain itu para pendaki juga di imbau untuk mengikuti arahan rambu dan petunjuk petugas, hingga menyewa porter atau guide resmi guna keselamatan dan kenyamanan pendakian.

“Kami sarankan sebelum mendaki berlatih dahulu, cek kesehatan sebelum berangkat, dan yang paling penting bawalah kembali sampah untuk menjaga kebersihan gunung kita,”tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, korban melakukan pendakian bersama rombongan, berangkat melalui jalur Torean menuju puncak Gunung Rinjani pada pukul 12.00 Wita, karena di duga kelelah korban tidak mampu melanjutkan perjalananya.
Kemudian sekitar pukul 04.00 Wita korban terjatuh pada tempat datar dan meninggal.(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here