MATARAM, KANALNTB.COM – Suara gemuruh, kegaduhan, dan jerit ketakutan pasca gempa Lombok Timur tak bakal bisa dilupakan Khaerul Razi dan istrinya Sukaini (18).

Sosok pria berusia dua puluh enam tahun asal Dusun Sajang, Desa Sajang, Kecamatan Sembalun Lombok Timur tersebut bersama istri, berhasil selamat dari bencana gempabumi 6,4 SR yang mengguncang Lombok, Minggu (29/7) lalu.

Kini, Khaerul dan keluarganya tinggal sementara, berdesakan di tenda pengungsian Desa Sajang.

Rumah Khaerul hancur tidak berbentuk lagi.

Runtuhan tembok berserakan ke berbagai arah.

Sisa rumahnya hanya berbentuk kayu dan besi patah, atap ambruk, dan beton tembok hancur tak beraturan.

Tiga hari pasca bencana itu, Khaerul masih bisa bercerita soal apa yang dialaminya, Rabu siang tiga hari lalu.

Ditemui kanalntb.com di depan tenda pengungsian, Khaerul menceritakan kisahnya.

Ia mengisahkan detik demi detik ketika gempa mengguncang dan menghancurkan ratusan rumah di desanya.

Minggu (29/7) pagi, Khaerul sedang beristirahat bersama istrinya di ranjang di rumahnya pagi.

Hampir terlelap, tiba-tiba ia merasakan getaran luar biasa.

“Gempanya keras sekali, Saya bangunkan istri untuk keluar dari rumah, tanpa bisa menyelamatkan apapun,” tuturnya.

Ketika gempa terjadi, istri Khaerul sempat terbangun sebelum pukul 6.00 wita gempanya tidak besar, sempat tertidur kemudian bangun pukul 6.00 wita karena sudah sangat keras.

Namun, kala itu Khaerul tidak bisa berbuat apapun.

Kini Khaerul hanya bisa merenung, membayangkan bakal tinggal dimana dalam waktu beberapa bulan ke depan.

“Rumah saya sudah hancur semuanya. Semoga pemerintah memudahkan lagi usaha keluarga saya untuk bikin rumah lagi. Saya hanya buruh, kadang juga buruh bangunan,” kata Kahirul lirih. (Pur)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
1
100%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here