MATARAM, KANALNTB.COM – Peredaran Narkoba di kota Mataram NTB semakin hari semakin memperihatinkan. Saat ini, Badan Narkotika Nasional Provinsi  (BNNP) NTB mencatat populasi penyalahgunaan narkoba (pecandu) meningkat 43% dalam kurun waktu 2017 – 2018.

“Kenaikan ini dilihat dari jumlah pasien klinik permata yang mengalami peningkatan sebesar 43 % dibandingkan tahun lalu,”ungkap kepala BNNP NTB Nur Rachmat saat menggelar jumpa pers, Selasa (10/7).

Selain itu, peningkatan jumlah populasi pecandu narkoba ini diakibatkan oleh para bandar – bandar narkoba mulai menyasar para pelajar yang tingkat ke keingintahuan (keponya) yang tinggi.

“Untuk itu kami mengimbau kepada para orang tua untuk senantiasa menjaga anak -anak bila perlu kita sebagai orang tua bisa menjadi diktaktor bagi mereka,” tegasnya.

Dalam konteks ini lanjutnya, pihak BNN pun tidak tinggal diam melihat fenomena ini, ia pun terus berupaya melakukan pencegahan preventif seperti mendeteksi tingkat keberadaan narkoba di sekolah, tingkat kerawanan, sampai mendeteksi adanya anak didik yang mulai berubah perilakunya.

“Kita turun ke sekolah-sekolah tanpa menggunakan atribut BNN untuk mendeteksi itu. Jika ada yang terbukti kita langsung screening intervensi kemudian kita rujuk ke tempat rehabilitasi agar supaya dia bisa terkendali,” terangnya.

Dari hasil identifikasi di sekolah-sekolah sementara ini yang bisa dikumpulkan BNN, indikasi terbesarnya masih berkutat pada rokok, miras tradisional, ganja/sabu meskipun mereka hanya menjadi kurir.

“Kita perlu lebih massif memberikan informasi dan upaya pencegahan kepada anak-anak tentang bahaya narkoba,” pungkasnya. (Dewi)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
1
100%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here