MATARAM, KANALNTB.COM – Nama pelari 100 meter Indonesia,  Lalu  Mohammad Zuhri tiba tiba menjadi buah bibir di tanah air usai menjadi Juara Dunia Lari 100 meter putra Usia 20 tahun (U20) di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7).

Decak kagum masyarakat Indonesia  semakin menjadi karena Zohri juga mencatat rekor terbaiknya,  dengan waktu 10,18 detik mengalahkan dua pelari Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison, yang sama-sama mencatat waktu 10,22 detik.

Dibalik keberhasilan menjadi manusia muda tercepat di dunia tersebut ternyata tidak banyak yang tahu bahwa Zohri meraih kejayaan tersebut berangkat dari kondisi ekonomi keluarga yang memperihatinkan.

“Zohri, kalau pulang tidur di rumah bedek peninggalan orang tua kami. Kami sudah usulkan bantuan program rumah kumuh dari pemerintah Lombok Utara, namun belum ada kabar sampai saat ini,” kata L Ma’rif, kakak Lalu Muhammad Zohri kepada wartawan.

Rumah bedek peninggalan orang tua Lalu Muhammad Zohri. (Foto: ist)

Zohri, lahir pada 1 Juli 2000, merupakan anak ketiga dari pasangan Lalu Ahmad Yani dan Saeriah. Kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.

Semasa hidup, orang tua Zohri, Lalu Ahmad Yani bekerja sebagai nelayan dan melakukan pekerjaan sampingan sebagai buruh tani untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Sedangkan ibunda Zohri, Saeriah meninggal saat Zohri duduk di bangku SD. Ayahnya menyusul menghadap Sang Pencipta hampir setahun lalu. Kala itu Zohri sedang di luar daerah melakukan persiapan menghadapi salah satu kejuaraan bergengsi. Namun terpaksa pulang untuk melihat orang tuanya terakhir kali.

“Semasa hidup, orang tua kami sangat mendukung Zohri untuk terus mengukir prestasinya. Alhamdulillah amanat itu dijalankan dan sekarang telah mengharumkan nama Indonesia. Kami sangat bersyukur,” ungkapnya.

Ia menceritakan, saat pertama kali ditawari mengikuti kejuaraan, Zohri sempat menolak. Beragam alasannya. Salah satunya persoalan biaya yang dikhawatirkan. Namun dengan support orang tua yang mengharapkan Zohri tetap ikut, akhirnya membangun semangatnya menerima tawaran itu.

Lalu Muhammad Zohri mengenyam pendidikan di SDN 2 Pemenang Barat, dan melanjutkan di SMPN 1 Pemenang. Belum tuntas menjalankan study di SMP itu, Zohri mendapat tawaran untuk ikut dalam kejuaraan.

Nama   : L. Mohamad Zori alias Badok
TTL       : Kr. Pansor 1 Juli 2000
Alamat : Dsn. Karang Pansor Ds. Pemenang Barat Kec. Pemenang Lombok Utara.

Nama Bapak : L.Ahmad Yani (Alam)
Meninggal sekitar tahun 2017.
Nama Ibu      : Saeriah (Alam) meninggal sekitar tahun 2015.

4 bersaudara :
– Baiq Fazilah(P) 29 Thun
– L. Ma’rif (L) 28 Tahun
– Baiq Fujianti (Almrhmh)
– L. Muhamad Zohri

Riwayat pendidikan :

– SD. 2 Pemenang Barat
– SMPN 1 Pemenang
– SMA 2 Mataram.

Riwayat prestasi :
– Tahun 2017
7 emas Kejurnas

(hmn)

2
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here